Utamakan Kader, Alasan Gerindra Sulsel Tak Buka Penjaringan Cakada
Alasan kedua kata Wakil Ketua DPRD Sulsel itu, Gerindra ingin mengusung cakada melalui proses yang lebih elegan tanpa harus membuka penjaringan seperti partai lain.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Partai Gerindra di Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak membuka penjaringan calon kepala daerah atau Cakada, baik bakal calon gubernur maupun bupati dan wali kota Pilkada 2024.
Sekretaris DPD Partai Gerindra Sulsel, Darmawangsyah Muin mengatakan, partainya tidak membuka pendaftaran bacalon kepala daerah karena mendahulukan kader sendiri untuk diusung.
"Kita di Gerindra, khususnya Sulsel memang tidak membuka pendaftaran, karena 70 persen kader-kader kita akan maju pilkada," ujar Darmawangsyah Muin, Jumat (24/5/2024).
Baca Juga : Pemkab Gowa Perkuat Swasembada Pangan, Salurkan Bantuan Alsintan Kementan RI untuk Petani Bontomarannu
Darmawangsyah Muin merupakan satu dari sejumlah jagoan Gerindra pada Pilkada 2024 di Sulsel. Ia diusung maju sebagai bakal calon bupati Kabupaten Gowa.
Nama lainnya yang dipastikan mengendarai Gerindra adalah Andi Seto Gadhista Asapa. Pengurus DPP Gerindra bakal maju sebagai calon wali Kota Makassar 2024.
"Beberapa daerah kita punya kader seperti di Toraja Utara dan Tana Toraja, di Luwu ada Andi Mammang dan di Luwu Timur ada Sarkawi. Kalau di Makassar, Andi Seto sepertinya sudah fix kita usung," jelas Darmawangsyah.
Baca Juga : Pemkab Gowa Apresiasi Bantuan Alsintan Kementan untuk Penguatan Sektor Pertanian
Alasan kedua kata Wakil Ketua DPRD Sulsel itu, Gerindra ingin mengusung cakada melalui proses yang lebih elegan tanpa harus membuka penjaringan seperti partai lain.
"Yang kedua, tentu lebih elegan kalau kita mengusung calon berdasarkan hasil analisis DPD dan DPP, hasil survei dan lobi," jelas Wawan sapaan Darmawangsyah Muin.
Gerindra Sulsel juga menghindari isu "mahar" untuk mendapat usungan, yang kerap menyasar partai setiap menjelang pesta demokrasi.
Baca Juga : Program Asta Cita Prabowo Dongkrak Semangat Gerindra Sulsel
"Kan tidak nyaman juga kalau semua orang mendaftar di kita, kemudian pada akhirnya kita cuma mengumumkan 1 nama. Belum lagi kalau soal sensitif yang soal mahar. Sehingga kita Gerindra menghindar dari isu itu," tutup Wakil Ketua DPRD Sulsel itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News