Israel Semakin Brutal, Sekolah PBB Diserang 40 Orang Tewas
Menurut pejabat kesehatan setempat, serangan tersebut menewaskan sedikitnya 40 orang, temasuk 23 perempuan dan anak-anak.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam serangan Israel terhadap sebuah sekolah milik PBB yang menampung 6.000 orang pengungsi Palestina di Gaza.
Menurut pejabat kesehatan setempat, serangan tersebut menewaskan sedikitnya 40 orang, temasuk 23 perempuan dan anak-anak.
Militer Israel mengaku Hamas beroperasi dari dalam sekolah tersebut.
Baca Juga : Sembilan Pernyataan Sikap, MUI Serukan Perkuat Solidaritas Palestina
Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan sekretaris jenderal Antonio Guterres mengecam serangan tersebut.
"Ia menggarisbawahi jika tempat-tempat milik PBB tidak dapat diganggu gugat, termasuk saat konflik bersenjata dan harus dilindungi oleh semua pihak setiap waktu," kata Stephane.
Media lokal menyebut sekolah itu berada di dekat kamp pengungsi Nuseirat, tempat ribuan mengungsi berlindung. Akibatnya 40 warga sipil tewas seketika.
Baca Juga : Deng Ical Desak PBB Turun Tangan Tindak Tegas Israel
"Para korban termasuk 14 anak-anak dan sembilan wanita meninggal dalam serangan terhadap sebuah sekolah yang dikelola UNRWA," bunyi laporan tersebut seperti dimuat AFP.
Serangan itu juga mengakibatkan 74 pengungsi terluka, termasuk 23 anak-anak dan 18 perempuan.
Sementara itu tentara Israel mengaku bertanggung jawab atas serangan di sekolah UNRWA, tetapi mereka berdalih serangan dilakukan untuk menghancurkan tempat persembunyian Hamas.
Baca Juga : Pembelaan Prabowo ke Palestina Jadikan RI Target Operasi Senyap
Israel terus melanjutkan serangan brutalnya di Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera.
Hampir 36.600 warga Palestina telah terbunuh di Gaza, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, dan lebih dari 83.000 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.
Delapan bulan setelah perang Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur akibat blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang melumpuhkan.
Baca Juga : Lima Negara Barat Resmi Akui Palestina, Israel Makin Murka
Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional, yang dalam keputusan terbarunya memerintahkan Tel Aviv untuk segera menghentikan operasinya di kota selatan Rafah, tempat lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News