Festival Budaya Toraja Utara Dimulai, Prof Zudan: Viralkan!

Festival Budaya Toraja Utara 2024

Festival ini diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya Toraja, baik itu tarian tradisional, pertunjukan seni hingga wastra lokal. Pengunjung bukan hanya turis dalam negeri tetapi juga mancanegara.

PORTALMEDIA.ID, TORAJA UTARA - Festival Budaya Toraja Utara 2024 resmi dibuka oleh Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Zudan Arif Fakrulloh dan Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang, di Alun-alun Kota Rantepao, Senin, 22 Juli 2024. Acara akan berlangsung hingga tiga hari.

Festival ini diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya Toraja, baik itu tarian tradisional, pertunjukan seni hingga wastra lokal. Pengunjung bukan hanya turis dalam negeri tetapi juga mancanegara.

"Hari ini kita dalam keadaan gembira dan bahagia. Tadi Pak Bupati mengatakan sebagai festival Budaya, jangan lupa acara seperti ini viralkan! Di berbagai sosial media, baik itu OPD, baik itu masyarakat Rantepao, Toraja Utara," pesan Prof. Zudan.

Baca Juga : Bupati Toraja Utara Hibahkan Tanah untuk Pembangunan Kantor Bawaslu

Prof. Zudan menyatakan, kegiatan ini dapat naik ke atas menjadi level nasional bahkan internasional.

"Tadi saya melihat di museum Pongtiku, ada kekayaan yang luar biasa," ujarnya.

Seperti terdapat mumi berusia 120 tahun dan disebutkan rambutnya masih tumbuh. Ini adalah kekhasan Toraja Utara, keunikan di daerah ini dan ini akan menjadi daya tarik pariwisata yang luar biasa.

Baca Juga : Rajut Silaturahmi dan Kolaborasi, ASN Jalan Sehat Bersama Pj Gubernur Sulsel dan Kepala BKN RI

Sedangkan, Bupati Yohanis Bassang menyatakan dan menekankan pentingnya acara ini untuk mengangkat seni dan budaya Toraja.

"Banyak budaya yang perlu diangkat sebagai satu kekayaan Toraja Utara. Setiap suku bangsa di dunia ini dikenal karena budayanya, karena hal itu semua suku bangsa di dunia dikenal. Karena budayanya Toraja dikenal di seluruh dunia," ungkapnya.

Oleh karena itu, kata Yohanis, perlu mewariskan budaya kepada generasi selanjutnya, sehingga kearifan lokal yang ada tidak punah. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru