Berseteru dengan Taufan Pawe, Yusuf Lapanna Ceritakan Kronologisnya
Beredar video perseteruan Taufan Pawe dengan salah satu legislator. Dikonfirmasi terkait hal ini, Yusuf Lapanna jelaskan kronologis perseteruannya dengan Wali Kota Parepare tersebut.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Warganet dibuat geger oleh sebuah video yang memperlihatkan Wali Kota ParePare Taufan Pawe bersitegang dengan salah seorang anggota DPRD ParePare bernama Yusuf Lapanna saat Rapat Paripurna.
Dalam video tersebut terlihat Taufan Pawe alias TP menunjuk-nunjuk ke arah Yusuf hingga berdiri dari kursinya. Tak mau kalah, Yusuf juga melakukan hal yang sama.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Yusuf menjelaskan, hal itu terjadi saat rapat paripurna, Senin (22/8/2022).
Baca Juga : DPR Dorong Grand Design Terpadu Pemulihan Aceh–Sumatera Pasca Bencana
Kader Gerindra itu mengatakan kejadiannya bermula ketika Pimpinan Sidang sudah ingin menutup rapat, dirinya kemudian melakukan interupsi dan mengkritik beberapa hal mengenai pemerintahan Taufan Pawe.
"Beberapa kali kita mengadakan rapat paripurna saudara wali kota tidak hadir padahal dalam aturan itu PP 12 2018 dan tatib kita mengatur bahwa setiap penyerahan persetujuan terkait perda itu yang wajib hadir adalah wali kota tidak boleh pendelegasian, tetapi saya maklumi bahwa sodara walikota tidak pernah hadir dalam rapat paripurna karena sodara wali kota sibuk dalam mengurus PSM," katanya ketika dihubungi Portal Media, Selasa (23/8/2022).
Yusuf mengatakan bukan berarti memiliki kesibukan lain, tanggung jawab sebagai wali kota bisa ditinggalkan.
Baca Juga : Warga Sayangkan Taman Mattirotasi Ditutup Padahal Masa Sewa Belum Berlaku
Ia juga mengkritisi penanganan anak-anak jalanan yang ada di Kota Parepare. Awalnya ia menganggap bahwa anak-anak tersebut berasal dari daerah lain, tapi nyatanya berasal dari Kota yang kini terkenal dengan Stadion BJ Habibie tersebut.
"Selama ini menjadi pertanyaan saya antara DP3A, dinas sosial dan Satpol PP itu saling lempar tanggung jawab mereka merasa bahwa itu bukan kewenangan mereka, tapi dengan dasarnya inilah mereka tidak lagilah, saya berharap pemerintah betul-betul aktif turun melindungi anak-anak kita ini, menertibkan anak-anak kita ini, memberikan edukasi," lanjutnya.
Lebih lanjut, Yusuf menuturkan bahwa ia juga mengkritisi KUA PPS yang sesuai regulasi diserahkan pada pertengahan Juli, namun hingga Agustus ini belum ada tanda-tandanya.
Baca Juga : DPR Proyeksikan IKN Berfungsi Penuh sebagai Pusat Pemerintahan 2028
"Kalau kembali ke aturan, pertengahan bulan Agustus itu sudah menjadi pembahasan tingkat kedua artinya sudah melalui persetujuan tapi sampai hari ini tidak dikritik, belum diserahkan oleh pemerintah, jadi tentu menjadi pertanyaan apa alasannya pemerintah sehingga tahapan-tahapan ini sudah dilewati," jelasnya.
Mendengar hal itu, Yusuf mengatakan Taufan Pawe akhirnya tersulut emosinya hingga menunjuk-nunjuk sambil berdiri dari kursinya.
"Karena dia tidak senang saya kritik, terkait semua itu saya tadi kritik, dia sudah mulai emosional menanggapi saya, sampai dia duluan menunjuk saya, nabilang apa bapak ini terlalu banyak ceritanya, saya kan justru memang DPRD pak, dan saya sudah konfirmasi, dan hak saya berbicara, saya ditugaskan dan dipilih oleh masyarakat untuk berbicara justru keliru jika saya datang ke paripurna hanya diam mendengarkan saja, itu bukan tugas saya, tugas saya berbicara dan mendengarkan," tegasnya.
Baca Juga : Golkar Dorong Evaluasi Pilkada Langsung
"Saya tidak tinggal diam, saya tunjuk2 dia saya lawan, jadi nanti itu pak wali duluan berdiri, nabilang apa pak Yusuf saya tidak takut dengan anda, jadi saya bilangi saya juga juga tidak takut dengan anda, anda kurang ngajar dalam rapat ini, mustinya anda menghargai, ini sama halnya melecehkan DPRD kalau seperti begini," terangnya.
Diambil Alih Pimpinan Sidang
Ruang rapat yang semula panas perlahan mendingin karena sudah diambil alih oleh Pimpinan Sidang, Tasming Hamid. Namun, Yusuf juga menyesalkan pimpinan sidang yang mematikan micnya sedangkan Mic milik TP tak demikian.
"Pak wali kota sempat mengucapkan permohonan maaf atas nama pemerintah daerah dan pribadinya dengan insiden terjadinya ini, dan jadi sudah saya sampaikan juga saya minta maaf saya, anggap ini biasa dinamika dalam setiap rapat- rapat begini," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News