Pasien Diduga Suspek Cacar Monyek Dirawat di RSP Unhas, Dinkes Sulsel Minta Pemda Waspada
Temuan kasus pasien suspek cacar monyet yang tengah dirawat di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Hasanuddin.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR- Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Selatan(Sulsel), Arman Bausat meminta pemerintah daerah(Pemda) kabupaten dan kota untuk tetap waspada terkait penyebaran penyakit cacar monyet atau monkeypox.
Hal ini menyusul temuan kasus pasien suspek cacar monyet yang tengah dirawat di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Hasanuddin. Pasien itu mulai dirawat pada Senin, (22/8/2022).
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Selatan, Arman Bausat mengungkapkan pasien tersebut dicurigai terinfeksi cacar monyet. Sebab menunjukkan beberapa gejala seperti demam dan ruam-ruam di kulit.
Baca Juga : Dinkes Sulsel Siagakan Tim Medis di Pos Terpadu Nataru 2025-2026
Pasien itu juga diketahui baru saja melakukan perjalanan dari Jakarta."Sekarang juga di Makassar, ada satu pasien di RS Unhas sementara dirawat dengan kecurigaan cacar monyet. Orang tersebut baru pulang dari Jakarta satu Minggu, tanda-tandanya orang ada ruam di kulit dan agak demam juga," ungkap Arman saat dihubungi, Selasa (23/8/2022).
Untuk memastikan apakah itu benar-benar cacar monyet, dia mengatakan jika pihaknya sudah mengambil sampel dari tubuh pasien. Sampel itu kemudian diperiksa di laboratorium.
"Itu masih dicurigai, belum dipastikan itu monkeypox. Tadi pagi kami ambil sampel untuk diperiksa di BBLK (Balai Besar Laboratorium Kesehatan) kemudian dikirim ke Jakarta untuk identifikasi lebih lanjut," katanya.
Baca Juga : Makassar Terima Penghargaan Kota Sehat dari WHO
Arman mengaku belum tahu pasti kapan hasil pemeriksaan bisa diketahui. Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium Kementerian Kesehatan.
"Proses pemeriksaan di laboratorium tidak bisa ditentukan kapan bisa ada hasil karena kadang di laboratorium PCR kita tidak bisa mendeteksi varian tertentu, sehingga memang sampel harus dikirim ke Jakarta," jelas Arman.
Walau begitu Arman meminta setiap Pemda di Sulsel untuk tetap waspada penyebaran penyakit ini. Hal itu sudah dilakukan sejak adanya peringatan WHO, bahkan sebelum virus ini masuk ke Indonesia.
Baca Juga : Trump Resmi Tarik AS dari WHO dan Paris Agreement di Hari Pertama Menjabat
Meski terbilang serupa dengan Covid-19, dia menekankan agar sosialisasi terkait penyakit cacar monyet tetap dilakukan secara masif ke masyarakat. Jika ada pasien dengan gejala menyerupai cacar monyet, diminta untuk segera isolasi.
"Yang paling penting ini sosialisasi ke masyarakat. Saya yakin masyarakat kan sudah ada pengalaman dengan Covid-19, kan penanganannya sama, mencegah penularan. Intinya protokol kesehatan," tandas Arman.
Lebih jauh, dia juga meminta agar masyarakat tetap menegakkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan lebih meluas.
Baca Juga : Dinkes Sulsel Temukan 333 Petugas Alami Gangguan Kesehatan di Pilkada 2024
"Penanganannya kan sama dengan Covid-19. Karena kan penyebabnya sama-sama virus, tapi virusnya berbeda. Gejalanya juga hampir sama, demam, sakit kepala, sakit badan, cuma khasnya ini ada ruam kulit. Penyebarannya juga cepat," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News