Gelar Kuliah Umum, FKep Unhas Bahas Kebijakan dan Strategi Pembangunan Kesehatan

ist

FKep Unhas menggelar kuliah umum dan menghadirkan Anggota DPR RI sebagai pembicara kebijakan dan pembangunan kesehatan di Indonesia

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Fakultas Keperawatan (FKep) Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kuliah umum dengan tema "Kebijakan dan Strategi Pembangunan Kesehatan di Indonesia".

Kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 500 peserta secara daring melalui via zoom, Selasa (22/8).

Saat menyampaikan sambutan, Dekan FKep Unhas Ariyanti Saleh menyampaikan, jika pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.

Baca Juga : Jalan Kaki vs Lari, Mana yang Lebih Sehat?

"Apalagi kan, kegiatan ini dihadiri oleh pembicara yang sangat mumpuni di bidangnya," bebernya.

Ariyanti berharap supaya mahasiswa bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik. Meskipun katanya, informasi yang diperoleh dari berbagai media berkaitan dengan kebijakan pembangunan kesehatan Indonesia.

"Akan tetapi, informasi yang didapatkan akan lebih jelas jika disampaikan secara langsung oleh perwakilan rakyat yang memang secara langsung terlibat dalam hal tersebut," bebernya.

Baca Juga : 8 Tren Kesehatan yang Diam-Diam Mengubah Kebiasaan Masyarakat Sepanjang Tahun Ini

Selanjutnya, Edy Wuryanto Anggota DPR-RI Komisi IX Periode 2019-2024 menyampaikan, materinya tentang peran DPR dalam kebijakan dan strategi pembangunan kesehatan di Indonesia.

Ia menyampaikan, Indonesia masih mempunyai masalah kesehatan yang persisten. Ditambah lagi, Indonesia kedua tertinggi beban tubercolosis di dunia. 73% jumlah kematian disebabkan oleh penyakit tidak menular lebih tinggi dari pada Asia Tenggara dengan rata-rata 60%.

Lebih lanjut, Dr. Edy menambahkan perlunya revitalisasi layanan primer untuk memberikan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga : Mahasiswa Unhas Gagas "Megapolis Water Sensitive" untuk Atasi Krisis Air dan Banjir Perkotaan

"Sejauh ini, layanan primer memiliki kualitas yang kurang memadai disebabkan oleh empat tantangan utama yakni SDM, obat dan perbekkes, pembiayaan dan pergeseran peran," pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru