Danny-Azhar Bakal Naik Becak Daftar ke KPU Sulsel
Danny menegaskan bahwa becak bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol dari kesederhanaan dan kedekatan dengan masyarakat kecil.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Moh Ramdhan Pomanto dan Azhar Arsyad, yang dikenal dengan akronim DIA, telah menyiapkan cara unik untuk mendaftar ke KPU Sulsel pada Kamis, 29 Agustus 2024, besok.
Dalam upaya menunjukkan kedekatan mereka dengan masyarakat, mereka memutuskan untuk menggunakan becak sebagai kendaraan menuju lokasi pendaftaran di Jalan A.P. Pettarani.
Pilihan ini mencerminkan identitas mereka sebagai figur yang berasal dari lorong-lorong dan dekat dengan kehidupan sehari-hari warga Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Menang Telak di Toraja, Danny: Perjuangan Ini Akan Saya Kenang Selamanya
Danny, mengungkapkan alasan di balik penggunaan becak dalam momen penting ini.
Dia menegaskan bahwa becak bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol dari kesederhanaan dan kedekatan dengan masyarakat kecil.
"Kita kan rakyat, anak lorong. Kendaraan ta bukan helikopter, tapi becak ji kodong. Rute (naik becaknya) kan di blok nanti d Ramayana, dari Ramayana ke (KPU) kita naik becak." ungkap Danny, Rabu (28/8/2024).
Baca Juga : Jelang Sidang Perdana di MK, DIA Ajak Masyarakat Doakan Proses Hukum Berjalan Lancar
Meskipun sempat diisukan bahwa mereka akan diantar oleh 24 becak, Danny mengoreksi bahwa mencari 24 becak saat ini bukan perkara mudah karena jumlah becak yang semakin berkurang.
"Tidak ji, bukan 24 becak, tapi saya lagi (usahakan) suruh cari 24 becak karena sudah susah dicari becak," ujarnya.
Selain menggunakan becak, pendaftaran pasangan DIA ini diperkirakan akan diikuti oleh ribuan pendukung.
Baca Juga : Danny Pomanto Tegaskan Gugatan ke MK Demi Lindungi Integritas Demokrasi
Danny menyebutkan bahwa ada sekitar 40 ribu orang yang siap mengantar mereka ke KPU, meskipun dia berusaha membatasi jumlahnya agar tidak melebihi 20 ribu orang.
"Kalau saya liat sekitar 40 ribu orang. tapi sebenarnya sudah saya batasi jangan lewat dari 20 ribu," ungkap Danny.
Usai pendaftaran, Danny merencanakan untuk melaksanakan salat Magrib berjamaah bersama para pendukungnya, diikuti dengan acara makan malam yang melibatkan para pedagang lokal.
Baca Juga : Gugatan Danny-Azhar di Mahkamah Konstitusi Resmi Terdaftar
Ribuan jagung dari Takalar akan dibagikan secara gratis sebagai bagian dari acara ini, yang menambah suasana kebersamaan dan merakyat yang diusung pasangan DIA.
"Kita pulang sama-sama, saalat Magrib sama-sama, dan makan malam sama-sama. kita bawa semua gerobak-gerobak (jajanan) masuk di MNEK, kita ambil pedagang jagung dari Takalar bawa sekitar 20 ribu jagung, jadi orang makan secara bebas dan gratis, baru setelah itu kita deklarasi. Jadi seperti pesta rakyat," jelasnya.
Rangkaian acara akan ditutup dengan deklarasi di atas kapal Phinisi, yang menjadi lambang kebanggaan maritim Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Partisipasi Pemilih Pilgub Sulsel 2024 Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir
Namun, Danny masih mempertimbangkan apakah pidato deklarasi akan disampaikan di atas kapal atau di tempat yang lebih dekat dengan masyarakat, mengingat keinginannya untuk selalu berada di tengah-tengah rakyat.
"Tetap pakai (Phinisi), tapi nanti saya liat apakah saya pidato disitu atau dimana, karena kalau di kapal Phinisi terlalu jauh dari masyarakat masalahnya, itu yang jeleknya. Saya mau yang lebih dekat dengan masyarakat," pungkas Danny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News