JK Sarankan Prabowo Pilih Menteri dari Kalangan Profesional
Jika menteri yang ditunjuk tidak menguasai bidang yang ditangani, maka akan merugikan bagi bangsa Indonesia
PORTALMEDIA.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menyarankan Presiden Terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto memilih menteri dari kalangan profesional.
Jika menteri yang ditunjuk tidak menguasai bidang yang ditangani, maka akan merugikan bagi bangsa Indonesia. "Ya memilih profesional, baik profesional dari partai dan profesional dari pada yang independen," kata JK dilansir dari Sindonews.com.
Menurutnya, menteri harus menguasai bidangnya. Pasalnya, JK menilai akan dapat menimbulkan rugi yang besar bila menteri tak ahli dalam bidangnya.
Baca Juga : Dituduh Nistakan Ajaran Kristen, Pihak JK Buka Suara: Jangan Salah Pahami Fakta Sejarah
"Ya semuanya harus menguasai bidangnya. Jangan terjadi nanti menteri tidak menguasai bidangnya, wah sangat merugikan," tandas JK.
Sebelumnya, sejumlah partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) telah menyetor nama untuk menjadi menteri di kabinet Prabowo Subianto. Hal itu diungkapkan oleh sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani.
"Di antara partai koalisi sudah mulai mengajukan nama, dan mengajukan beberapa portofolio di kementerian," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2024).
Baca Juga : Prabowo Klaim Efisiensi Anggaran Capai Rp308 Triliun, Alihkan Dana untuk Program Makan Bergizi
Selain itu, kata Muzani, sejumlah tokoh juga mulai dijaring untuk mengisi kabinet Prabowo. "Terus di antara tokoh-tokoh juga sudah mulai disebut dan sudah mulai dilakukan penjaringan dan penyaringan, pemilahan dan pemilihan," ucapnya.
Muzani menegaskan, nama yang disetorkan itu masih bersifat wacana. Ia meminta agar menunggu keputusan Prabowo untuk mengumumkan kursi kabinet.
"Tapi itu semua sifatnya masih wacana dan tunggu saja presiden terpilih dalam hal ini pak prabowo dan wakil presiden terpilih dalam hal ini mas gibran akan terus melakukan diskusi tentang postur pemerintahan kabinet yang akan datang," ucap Muzani.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News