Berdaya Muda: Pelatihan Literasi Digital untuk Penyandang Disabilitas Usia Produktif di Makassar
Pelatihan ini diharapkan dapat membantu penyandangdisabilitas menghindari penyebaran informasi yang tidak benarserta memperoleh informasi yang lebih akurat dan relevan, terutama yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, dan peluang ekonomi.
MAKASSAR - Penyandang disabilitas usia produktif di Makassar mendapatkan momentum baru untuk meningkatkanketerampilan digital mereka melalui pelatihan "Berdaya Muda: Literasi Digital untuk Penyandang Disabilitas Usia Produktif". Pelatihan tersebut bertempat di PlazGozz Cafe, Senin (16/9).
Kegiatan ini diinisiasi oleh dosen Universitas Hasanuddinbekerja sama dengan Pergerakan Difabel Indonesia untukKesetaraan (PERDIK) Kota Makassar, dengan tujuanmemperkuat pemahaman penyandang disabilitas tentang literasidigital.
Pelatihan ini diharapkan dapat membantu penyandangdisabilitas menghindari penyebaran informasi yang tidak benarserta memperoleh informasi yang lebih akurat dan relevan, terutama yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, dan peluang ekonomi.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Jamu Peserta Simposium Internasional Kelautan dan Perikanan lewat Gala Dinner
"Kenyataannya, hingga saat ini penyandangdisabilitas di Indonesia, khususnya pada kelompok pemuda atauusia produktif, masih menghadapi tantangan besar," ujar KetuaPanitia, Rahmatul Furqan, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin.
Dalam sambutannya disampaikan bahwa angka kemiskinandi kalangan penyandang disabilitas masih tinggi, yakni sekitar14,97% pada tahun 2018. Angka ini kontras dengan penurunankemiskinan secara nasional yang telah mencapai satu digit. Iajuga menyoroti rendahnya partisipasi penyandang disabilitasdalam pasar tenaga kerja, yang hanya mencapai 31,63%, jauh di bawah angka partisipasi nondisabilitas yang hampir mencapai70%.
Pelatihan ini juga mendapat dukungan dari DRTPM Kemendikbudristek Tahun 2024, yang memungkinkanterselenggaranya berbagai materi penting terkait literasi digital, seperti keamanan digital, keuangan digital, dan teknologiassistive.
Baca Juga : Mahasiswa Unhas Gagas "Megapolis Water Sensitive" untuk Atasi Krisis Air dan Banjir Perkotaan
"Di era digital saat ini, ketika banyak aspek kehidupanseperti pendidikan, pekerjaan, dan kesehatan semakinbergantung pada teknologi, kurangnya akses dan literasiteknologi dapat menghambat partisipasi penuh penyandangdisabilitas dalam masyarakat," ujar Sartika Sari Wardanhi, dosenIlmu Komunikasi Unhas yang juga menjadi salah satu pemateri.
Sementara itu, Anugrayani Bustamin, pemateri dariFakultas Teknik Unhas, menambahkan bahwa teknologiassistive terus berkembang untuk memenuhi kebutuhanaksesibilitas penyandang disabilitas.
"Teknologi inimemungkinkan penyandang disabilitas untuk berpartisipasisecara lebih inklusif dalam berbagai kegiatan sosial dan ekonomi," katanya.
Baca Juga : Alumni Lintas Generasi Soroti Krisis Kepemimpinan dan Pudarnya Ruh Akademik di Unhas
Pelatihan ini mendapat respons positif dari para peserta, terutama anggota PERDIK Kota Makassar yang mengakuibahwa mereka sering menjadi korban hoaks dan penipuanonline, yang kerap merugikan secara finansial. Lutfi, pengurusPERDIK Makassar yang juga menjadi peserta, mengapresiasiinisiasi pelatihan ini.
"Kegiatan seperti ini sangat kami butuhkan. Kami berharap ada pelatihan lanjutan, terutamaterkait investasi digital karena banyak penyandang disabilitasyang mulai tertarik dengan hal ini," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News