OPM Beberkan Bukti Tebusan Kapten Philip Rp25 Miliar, Ungkap Sosok Edison Gwijangge
TPNPB-OPM mengungkapkan adanya pemberian uang puluhan miliar yang diantarkan oleh mantan Bupati Nduga, Edison Gwijangge
PORTALMEDIA.ID, JAYAPURA -- Negosiasi keselamatan pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Marthens selama penyanderaan oleh kelompok separatis bersenjata Papua Merdeka di Nduga, Papua Pegunungan, diklaim tidak gratis.
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengungkapkan adanya pemberian uang puluhan miliar yang diantarkan oleh mantan Bupati Nduga, Edison Gwijangge kepada pemimpin kelompok bersenjata Papua Merdeka di Nduga, Egianus Kogeya agar melepaskan pilot Susi Air yang disandera sejak Februari 2023 itu.
“Kecurigaan kami (TPNPB-OPM) itu bukan hoaks. Bukan sangka-sangka. Atau bukan praduga saja. Itu (pemberian uang) kami pastikan mereka terima janji uang dan senjata. Uang untuk beli senjata dari Edison Gwijangge,” kata Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom melalui rekaman suara dilansir dari Republika, Selasa (24/9/2024).
Baca Juga : Bukan Ditembak, TNI Klaim Pratu F Tewas saat Upaya Menyelamatkan Diri ke Jurang
Sebby menceritakan peran dan sepak terjang Edison Gwijangge sebagai utusan dari TNI-Polri, dan pemerintah Indonesia untuk membawa pulang Kapten Philip dari penguasaan Egianus sudah dilakoni sejak 2023.
“Pertama kali Edison Gwijangge pernah membawa (Rp) 25 miliar. Itu 2023. Tetapi mereka (Egianus) menolak. Itu saya dapat laporan langsung dari Egianus Kogeya tahun lalu,” kata Sebby.
Gagal dengan nilai tersebut, kata Sebby, Edison kembali naik ke Nduga, dengan memberikan tawaran uang yang lebih besar. “Kemudian Edison Gwijangge masuk lagi temui Egianus Kogeya bawa lebih dari (Rp) 25 miliar. Dan itu kami ketahui dari laporan-laporan pejuang kami TPNPB Kodap III Ndugama,” ujar Sebby.
Baca Juga : Berada di Tengah Gerombolan Bersenjata, Pilot Susi Air: Saya Ditangkap untuk Papua Merdeka
Apakah Egianus Kogeya menerima uang lebih dari Rp 25 miliar yang ditawarkan oleh Edison Gwijangge tersebut? Sebby meyakini, uang antaran kedua itu, diterima oleh Egianus. Hal tersebut, kata Sebby, sudah terasa sejak 31 Agustus 2024. “Uang itu dari Edison Gwijangge mereka terima,” kata Sebby.
Sejak tanggal tersebut, kata Sebby, Egianus Kogeya mematikan seluruh saluran komunikasinya dengan Markas Pusat TPNPB-OPM. Padahal, kata Sebby, komunikasi terakhir dengan Egianus menyepakati untuk melepaskan Kapten Philip dengan alasan kemanusian, dan keselamatan pilot asal Selandia Baru itu.
Egianus, kata Sebby, dalam komunikasi terakhir pertengahan Agustus 2024 itu, pun meminta Markas Pusat TPNPB-OPM untuk membuka diplomasi baru kepada militer dan kepolisian Selandia Baru dalam pemulangan Kapten Philip.
Baca Juga : 4 Hari Usai Susi Air Dibakar, Pilot Masih Belum Ditemukan
Pada 17 September 2024, TPNPB-OPM menerbitkan proposal baru untuk pemulangan Kapten Philip langsung ke Selandia Baru. Dalam proposal tersebut, kata Sebby, TPNPB-OPM menghindari untuk penyerahan Kapten Philip ke otoritas keamanan TNI-Polri, ataupun pemeritah Indonesia.
Karena itu, kata Sebby, dalam proposal tersebut, TPNPB-OPM bersama-sama militer dan kepolisian, serta pihak Pemerintah Selandia Baru yang akan menjemput Kapten Philip di Nduga. Lalu diterbangkan ke Papua Nugini via Sentani-Jayapura.
Akan tetapi, pada 21 September 2024, kata Sebby, Egianus Kogeya membuka saluran komunikasinya, dengan melaporkan kepada Markas Pusat TPNPB-OPM tentang Kapten Philip yang sudah diserahkan ke Edison Gwijangge, dan dibawa ke Timika, Papua Tengah. Dalam laporan tersebut, kata Sebby, Egianus menawarkan uang.
Baca Juga : OPM Sandera Pilot Susi Air, Bakal Dieksekusi Jika Gagal Negosiasi dengan Pemerintah
“Sampai tanggal 21 September (2024) siang, mereka (Egianus) telepon saya. Dan mereka bilang, ‘Tuan Jubir (Sebby Sambom), pilot kami sudah bebaskan. Sudah di Timika. Dan Tuan Jubir kirim nomor rekening, kami mau transfer uang bagiannya Tuan Jubir’,” kata Sebby.
Dari laporan tersebut, kata Sebby, Markas Pusat TPNPB-OPM memastikan adanya penerimaan uang yang dilakukan Egianus dari pemberian Edison Gwijannge dalam pelepasan Kapten Philip tersebut. “Itu kan mereka sudah terima uang. Dan uang itu dari mana? Egianus di hutan dapat uang dari mana?,” kata Sebby.
Tak cuma menelepon, kata Sebby, Egianus juga mengirimkan pesan teks yang berisikan tentang pelepasan Kapten Philip tersebut. Namun disertai dengan permintaan serupa agar Sebby mengirimkan nomor rekening. “TPNPB di hutan dapat uang dari mana mau kirim uang untuk saya? Dugaan terima uang itu, bukan mengada-ada,” kata Sebby.
TPNPB-OPM, pun mengecam tindakan Egianus tersebut, dan memastikan Egianus bukan lagi bagian dari kelompok bersenjata untuk Papua Merdeka. TPNPB-OPM tak menerima keputusan sepihak Egianus yang menyerahkan sandera Kapten Philip ke pihak TNI-Polri melalui perantara siapapun.
“Egianus Kogeya tidak punya hak mengatasnamakan TPNPB-OPM untuk serahkan pilot ke Edison Gwijangge untuk diserahkan ke pihak TNI-Polri. Kami punya komando. Dan komando dari Markas Pusat TPNPB-OPM sudah menurunkan proposal penyerahan pilot ke Selandia Baru. Dan itu harus diikuti oleh Egianus Kogeya,” ujar Sebby.
Dia mengatakan, kesalahan fatal Egianus menyerahkan sandera Kapten Philip ke Edison untuk diserahkan ke TNI-Polri dan pemerintah Indonesia, merupakan bentuk sikap tunduk kepada pihak yang selama ini diperangi oleh TPNPB-OPM. Dan kata Sebby, penerimaan uang oleh Egianus dalam melepaskan sandera tersebut, bukan bagian dari tujuan politik TPNPB-OPM.
“Tidak akan ada ampun bagi kelompok mereka di Tanah Papua. Mereka akan menanggung konsekuensi. Siapa yang berkhianat akan mati. Dia dan keluarganya mengkhianati perjuangan masyarakat Papua. Satu komando berkhiat tidak masalah. Kami (TPNPB-OPM) punya 35 komondo di Papua,” kata Sebby.
Diketahui, Kapten Philip dibebaskan dari penyanderaan pada Sabtu (21/9/2024). Pilot pesawat perintis milik Susi Air itu dalam penyanderaan kelompok separatis bersenjata Papua Merdeka, sejak 7 Februari 2023.
Pilot asal Selandia Baru itu, selama ini dalam penguasaan Egianus Kogeya, pemimpin kelompok bersenjata Papua Merdeka yang berbasis di wilayah Nduga, Papua Pegunungan.
Egianus Kogeya adalah salah-satu satu 35 panglima daerah dalam sayap bersenjata TPNPB-OPM. Kapten Philip dibebaskan dan dijemput pasukan gabungan TNI-Polri di Kampung Yuguru, lalu selanjutnya dibawa ke Timika, Papua Tengah dan diterbangkan ke Jakarta.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News