Kurang Diperhatikan Pemerintah, Warga Borong Loe Minta UJI-SAH Pimpin Bantaeng
Di Desa Borong Loe, UJI-SAH banyak menerima keluhan warga mengenai kurangnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat setempat.
PORTALMEDIA.ID, BANTAENG - Paslon nomor urut 1, M. Fathul Fauzy Nurdin - H. Sahabuddin (UJI-SAH) menggelar kampanye pada beberapa titik di Kecamatan Pajukukang, Kamis, 3 Oktober 2024.
Di Desa Borong Loe, UJI-SAH banyak menerima keluhan warga mengenai kurangnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat setempat.
Baca Juga : LONTARA+: Membedah DNA Birokrasi Makassar, Dari 358 Aplikasi Menuju Pelayanan Super Cepat
Anwar, mengeluhkan infrastuktur jalan di desanya yang tidak baik. Tak hanya itu, para pertani sawah dan rumput laut turut mengeluh. Begitupun para pemuda susah mendapatkan kerja di perusahaan Kawasan Industri Bantaeng (KIBA).
"Intinya pak masyarakat disini sangat kesewa sekali dengan pemimpin sebelumnya. Jalan rusak, petani kesusahan. Belum lagi kita warga disini susah cari kerja di perusahaan," keluhnya.
Dirinya berharap, paslon nomor urut 1 UJI-SAH bisa membawa perubahan di Bantaeng.
Baca Juga : Sejak Diluncurkan, LONTARA+ Tampung 2.106 Aduan Warga Makassar
"Bukan hanya warga kami. Mayoritas masyarakat Bantaeng kecewa dan mengeluh dengan kepemimpinan sebelumnya. Sehingga kami yakin Karaeng UJI bisa mengembalikan kejayaan Bantaeng seperti pada zaman bapak Nurdin Abdullah," ungkapnya.
Sementara Uji Nurdin mengatakan, keluhan masyarakat Desa Borong Loe segera teratasi dengan program tiga prioritas UJI-SAH. Diantaranya Petani Bangkit, Perbaikan Infrastruktur Jalan, dan Ketersediaan Lapangan Kerja.
"Dulu Pak Prof membuka kawasan industri disini untuk mensejahterakan masyarakat Bantaeng. Khususnya daerah yang terdampak. Namun saat perusahaan jalan, cita-cita pak prof belum terealisasi," ungkap Uji.
Baca Juga : Petakan Wilayah Rawan, Munafri Gandeng TNI–Polri Amankan Pemilihan RT/RW
Sehingga Uji Nurdin berkomitmen, jika dirinya terpilih, masalah dan keluhan warga Bantaeng khusunya Desa Borong Loe segera teratasi.
"Ketersediaan lapangan kerja menjadi program prioritas kami. Sehingga mulai tahun depan kita tutup dulu penerimaan pekerja dari luar. Harus orang Bantaeng dulu. Begitupun CSR perusahaan. Kita utamakan dulu untuk masyarakat di desa yang terdampak," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News