Pemuda Inspiratif dari Enrekang, Terima Penghargaan dari Menteri Desa
Darwin kemudian menginisiasi terbentuknya Perpustakaan Desa (Perpusdes) Salassa yang berlokasi di Desa Pasui dengan konsep Perpusatakaan holistik.
PORTALMEDIA.ID - Pria asal Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan bernama Darwin dinobatkan sebagai pemuda inspiratif di bulan kemerdakaan ini. Ia menjadi salah satu peraih penghargaan Pemilihan Pendamping Lokal Desa Inspiratif Tahun 2022 yang digelar oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes) pada 18 Agustus lalu.
Gelaran Pemilihan Tenaga Pendamping Profesional Inspiratif 2022 Kemendes ini untuk mencari sosok pendamping desa yang tidak hanya mampu menghadapi tingginya tantangan perkembangan zaman, tapi juga menjadi sosok yang menginspirasi dan memotivasi masyarakat desa untuk tergerak demi pembangunan dan kepedulian terhadap desa.
"Sangat bersyukur bisa masuk final dan masuk peringkat ke-3 nasional, karena finalis yang lain memang mereka sangat luar biasa, " ujar Darwin, Jumat (26/8/2022).
Baca Juga : Wabup Enrekang dan Legislator DPR RI Akhirnya Rasakan Sensasi Arung Jeram di Sungai Mata Allo
Darwin meraihnya dengan melakukan 3 aktivitas yang dianggap menginspirasi dan memotivasi warga desanya sejak 2016 silam.
Wiwin, sapaan akrab Darwin adalah salah satu pegiat literasi di daerahnya, wujud nyata dari aktivitasnya itu adalah mendirikan perpustakaan desa dengan nama "Pohon Pustaka". Perpustakaan ini berdiri di Kalimbua, Desa Bontongan, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Selawesi Selatan.
Perpustakaan yang dibangun di depan rumahnya ini ditopang oleh pohon besar dan rimbun. Bangunan kayu dan bambu itu juga diberi beragam tanaman hias dan pot-pot kecil menggantung.
Di dalam Perpustakaan yang didirikan sejak 2016 silam ini telah menampung 1.000 buku lebih judul buku dengan berbagai tema.
Dari pendirian Pohon Pustaka ini, Darwin kemudian menginisiasi terbentuknya Perpustakaan Desa (Perpusdes) Salassa yang berlokasi di Desa Pasui dengan konsep Perpusatakaan holistik.
Darwin mengungkapkan konsep holistik yang dimaksudnya adalah perpustakaan bukan hanya untuk taman baca saja tapi juga untuk kegiatan warga desa lainnya, seperti Posyandu bagi ibu dan balitanya.
Baca Juga : Wisata Arung Jeram di Enrekang Sangat Potensial, Dispopar Jajal Jeram Sungai Mata Allo
"Berfungsi macam-macam. Perpustakaan tapi ditempati juga Posyandu, musyawarah desa, tempat berkesenian, tempat nongkrong, dan ada juga BUMDES di dalamnya, " kata Wiwin. "Berjalan hingga sekarang sebagaimana konsepnya, " sambungnya.
Praktik baik yang inovatif yang dilakukan Darwin selanjutnya adalah pelestarian kearifan lokal Massenrempulu dengan mengartikulasikan ulang kekhasan visual grafis Massenrempulu.
Wiwin memproyeksikan motif ukir menjai motif kain tenun bermotif khas daerah ini pada tahun 2020 lalu.
Dia juga mendirikan Sanggar Seni dan Budaya yang diberi nama Siberong Oni. Sanggar ini bertujuan untuk mengkonservasi ulang kekhasan bunyi-bunyian musik dan visual grafis Massenrempulu.
Salah satu wujud nyata kegiatan Siberong Oni adalah kesenian bambu yang disebut “bas” atau barutung. Siberong Oni juga mempromosikan penggunaan berbagai jenis tas berbahan dasar anyaman bambu.
Awal tahun 2022, Darwin juga mempelopori berdirinya usaha Wisata Arung Jeram pertama di Kabupaten Enrekang. Ia bersama kerabat dan organisasi dibawah naungan Pohon Pustaka menjadi operator arung jeram di Sungai Mata Allo yang mayoritas hulunya berada di pengunungan Latimojong, gunung tertinggi di pulau Sulawesi.
Komunitas arung jeram ini dinamainya Mata Allo Rafting dan sudah melakukan pembuatan jalur wisata.
Pengarungan sungai ini juga menjadi tempat wisata, utamanya warga Enrekang yang hilir mudik menikmati riak-riak sungai.
Darwin mengatakan tujuan dari aktivitas ini untuk menjadikan Kabupaten Enrekang sebagai pusat wisata arung jeram di Sulsel. Selain itu, dengan ramainya kegiatan pengarungan sungai diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran warga untuk tidak membuang limbah dan sampah ke sungai.
“Dengan ramainya aktifitas wisata arung jeram diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran warga untuk tidak membuang sampah ke sungai, ” ujarnya.
Selain itu mengajak warga kampung lain untuk melakukan hal serupa.
Usai menerima penghargaan dari Menteri Desa dan PDTT, Halim Iskandar dirinya berterima kasih kepada sahabat dan rekan-rekannya sesama pendamping desa, orang tua dan saudaranya.
"Saya tidak pernah berpikir aktivitas-aktivitas yang saya lakoni selama ini akan mengantarkan saya pada pencapaian yang menurut saya sangat berat. Sungguh berat menjaga suatu kepantasa. Dan untuk mencapai ini tentu ada dorongan, ada kepercayaan dari tenaga ahli Kabupaten Enrekang. " ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News