Pilih UJI-SAH, Warga Papan Loe: Kita Butuh Kerja, Bukan Gratisan

ist

Masyarakat Bantaeng masih banyak menjadi pengangguran. Sehingga ketersediaan lapangan kerja menjadi kebutuhan.

PORTALMEDIA.ID, BANTAENG - Ribuan masyarakat Bantaeng menyambut antusias kampanye Paslon nomor urut 1, M. Fathul Fauzy Nurdin - H. Sahabuddin (UJI-SAH), di Desan Papan Loe, Senin, 4 November 2024.

Dalam kampanye tersebut, Syarifuddin, salah satu tokoh masyarakat menyampaikan aspirasinya.

Baca Juga : Bupati Uji Nurdin Tinjau Proses Kultur Jaringan, Bantaeng Siap Jadi Daerah Penghasil Benih Kentang

Dirinya meyakini, mayoritas masyarakat Bantaeng memilih UJI-SAH. Mengingat, masyarakat saat ini membutuhkan program ketersediaan kerja.

"Masyarakat Bantaeng masih banyak menjadi pengangguran. Sehingga ketersediaan lapangan kerja menjadi kebutuhan," katanya.

"Kita tidak butuh gratis-gratis. Lebih baik punya pekerjaan, hidup kita sejahtera. Sehingga kita bisa membeli barang yang kita mau," ungkapnya.

Baca Juga : Bupati Bantaeng Dorong Produktivitas Petani dengan Bantuan Alsintan dan Bibit Kopi

Dirinya meminta, masyarakat  mengenang kejayaan Bantaeng di era Prof Nurdin Abdullah (NA). Sehingga memilih UJI-SAH merupakan kebaikan bersama untuk kebangkitan Bantaeng.

"Kita sudah rasakan pemimpin setelah bapak Nurdin. Banyak hasil kerjanya tidak terawat. Bantaeng mundur. Sehingga demi kebaikan bersama, kita harus pilih UJI-SAH," tegasnya.

Sementara Uji Nurdin mengatakan, ketersediaan lapangan kerja menjadi program prioritasnya. Mengingat, salah satu cara Prof Nurdin Abdullah mengatasi pengangguran yakni membangun Kawasan Industri.

Baca Juga : Pemkab Bantaeng Sahkan APBD 2026, Bupati Uji Nurdin Beri Apresiasi Peran Anggota Dewan

"Mulai tahun 2025, tidak ada lagi orang luar yang kerja di kawasan industri. Harus betul-betul orang Bantaeng. Ini komitmen kami," ungkapnya.

Dirinya menyakini, masyarakat Bantaeng merupakan pemilih cerdas. Sehingga dirinya yakin, serangan fajar atau pemberian sembako tidak membuat masyarakat berpaling dari nomor 1 UJI-SAH.

"Saatnya kita bersatu. Jangan karena minyak goreng atau lainnya, kita menderita 5 tahun lagi. Saatnya kita kembalikan Bantaeng seperti zaman bapak Prof Nurdin Abdullah," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru