Dua Bulan Elektoral AURAMA Turun, Suwadi: Butuh 8% Kunci Kemenangan

Deklarasi Laskar Gowata sekaligus dialog Membedah Peluang Menang AURAMA di salah satu hotel, Jalan Panakkukang, Makassar, Rabu (6/11/2024).

Menurut Suwadi, terjadi penurunan elektabilitas AURAMA selama dua bulan terakhir, yakni dari angka di atas 62% kini berkisar 52,5%.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Direktur Eksekutif PT Indeks Politica Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir kembali merilis hasil survei lembaganya menjelang pencoblosan Pilkada serentak 2024 pada 27 November mendatang. Kali ini, PT IPI merilis survei terhadap pergerakan elektoral pasangan calon kepala daerah Kabupaten Gowa.

Suwadi terlebih dahulu menyebut tekanan sejumlah oknum TNI/Polri, oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), oknum kepala desa, dan oknum kepala dusun, mulai mempengaruhi elektoral dua pasangan calon di Pilkada Gowa. Khususnya terhadap pasangan nomor urut 1 Amir Uskara dan Irmawati (AURAMA).

Menurut Suwadi, terjadi penurunan elektabilitas AURAMA selama dua bulan terakhir, yakni dari angka di atas 62% kini berkisar 52,5%. Sementara elektabilitas pasangan Husniah Talenrang-Darmawangsyah Muin atau HATI DAMAI masih berkisar 33,8%, dan tidak menjawab atau belum menentukan pilihan 13,7%.

Baca Juga : Terima Kekalahan di Pilkada Gowa, Amir Uskara Tekankan Pentingnya Rekonsiliasi

"Kenapa survei AURAMA turun? Karena dua bulan terakhir ini memang mulai terasa tekanan di masyarakat Gowa. Itu melibatkan oknum aparat, oknum ASN, oknum kepala desa, hingga oknum kepala dusun. Misalnya, mengancam warga tidak lagi memberikan bantuan," terang Suwadi di sela-sela deklarasi Laskar Gowata sekaligus dialog Membedah Peluang Menang AURAMA di salah satu hotel, Jalan Panakkukang, Makassar, Rabu (6/11/2024).

Meski demikian, Suwadi optimistis pergerakan oknum aparat tidak membuat AURAMA kalah. Hal itu melihat pemilih fanatik atau strong voters pasangan AURAMA mencapai 42,3%. Sementara HATI DAMAI hanya 25,5%.

"AURAMA tinggal butuh 8% untuk mengunci kemenangan. Jadi, peluang AURAMA masih jauh lebih besar memenangkan Pilkada Gowa. Tinggal bagaimana tim-timnya memanfaatkan swing voters," terang Suwadi.

Baca Juga : Hati Damai Ungguli Aurama' di 14 Kecamatan Pilkada Gowa

Suwadi berharap kehadiran LASKAR GOWATA mampu meyakinkan swing voters agar mau memastikan pilihannya ke AURAMA. "Ini (swing voters) bagian dari tugas kerja-kerja LASKAR GOWATA. Utamanya soal adanya tekanan atau intimidasi, bagaimana Laskar Gowata mampu mengawal suara warga agar tidak beralih," tuturnya.

Sekadar tau, PT IPI menggelar survei 29 Oktober hingga 5 November 2024 dengan sampel 880 koresponden. Tingkat kepercayaan 95% dengan margin of error mencapai -+3,2%.

Popularitas pasangan AURAMA mencapai 98,5% dengan tingkat kesukaan 87%. Adapun popularitas pasangan HATI DAMAI berkisar 86,8% dengan tingkat kesukaan 74,4%.

Baca Juga : Aurama' Imbau Pendukung Tetap Tenang Hadapi Hasil Pilkada Gowa

Top of Minda atau pertanyaan spontan, 34% menginginkan Amir Uskara memimpin Kabupaten Gowa. Kemudian disusul Husniah Talenrang 16,2%, Darmawangsyah Muin 12,3%, Irmawati 4,1%, Abdul Rauf Malaganni Karaeng Kio 2,1%, dan Rismawati Kadir Nyampa hanya berkisar 1%.

"Popularitas dan tingkat kesukaan AURAMA masih sangat tinggi, dan tentu mempengaruhi elektabilitasnya. Itu karena Amir Uskara dikenal sebagai tokoh nasional dan punya banyak kontribusi di Kabupaten Gowa selama menjabat di DPR RI Senayan," jelas Suwadi.

Pengamat Politik Universitas Bosowa, Dr Arief Wicaksono, menegaskan perlakukan kepada tim sangat menentukan kemenangan dua pasangan calon yang bertarung di Pilkada Gowa. "Salah sedikit perlakuan ke tim akan berakibat fatal. Apalagi menjelang pencoblosan," sebutnya.

Baca Juga : Hati Damai Klaim Unggul di Sejumlah Metode Penghitungan di Pilkada Gowa

Apalagi, menurut Dr Arief, popularitas Amir Uskara dan Darmawangsyah Muin sangat tipis. Tapi, kedalaman atau tingkat kesukaan menempatkan Amir Uskara masih di atas.

"Sekarang muncul indikator pasangan. Perbedaan nol koma saja sangat menentukan. Makanya, ini harus menjadi perhatian besar pasangan calon. Ini masih ada 21 hari, harus dihitung betul eksekusinya," terangnya.

Dr Arief melihat AURAMA punya nilai lebih di masyarakat. Untuk itu, kata Arief, kehadiran LASKAR GOWATA menjadi salah satu penentu bagi kemenangan AURAMA.

Baca Juga : Cegah Kecurangan Pilkada Gowa, Amir Uskara Minta Warga Live Medsos di TPS

"LASKAR GOWATA misalnya harus mensosialisasikan gagasan AURAMA, apakah tentang budaya Gowa. Kerja-kerja tim harus lebih masif lagi, harus lebih dekat dengan masyarakat lagi," sebut Dr Arief.

Selain Dr Arief Wicaksono, hadir sebagai pemateri Pengamat Politik dari Universitas Mega Rezky Dr Baharuddin Hafid, serta mantan Ketua Bawaslu Kabupaten Selayar dan Aktivis Hukum Suharno,SH.,MH.

Sementara itu, Dr Baharuddin Hafid melihat pertarungan di Pilkada Kabupaten Gowa bakal sengit. Itu karena pertarungan melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Saya katakan bahwa di beberapa daerah ada pertarungan ASN. Karena ASN memiliki kepentingan besar kepada calon bupati terpilih. Misalnya posisi di birokrasi," kunci Dr Bahar.

Adapun Suharno memastikan LASKAR GOWATA punya peran tidak hanya soal pemenangan, tapi bagaimana mendorong partisipasi aktif masyarakat dan Pilkada harus Luber dan Jurdil.

"Belajar dari pengalaman ada beberapa hal yang harus diantisipasi. Utamanya politisasi birokrasi yang mulai terasa di Kabupaten Gowa. Karena itu adalah kecurangan yang bisa pengaruhi konstalasi," katanya.

"Saya kira LASKAR GOWATA harus betul-betul mengawal. Misalnya penyalahgunaan fasilitas negara," kuncinya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru