Kerugian Besar, KFC Indonesia Lakukan PHK Ribuan Karyawan dan Tutup Puluhan Gerai
Penurunan kinerja FAST dipicu oleh anjloknya pendapatan hingga 22,34%, yakni hanya mencapai Rp 2,58 triliun hingga akhir September 2024.
PORTALMEDIA.ID — PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pemegang lisensi KFC di Indonesia, mencatat kerugian signifikan hingga kuartal III 2024. Kerugian yang meningkat drastis ini memaksa FAST melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan dan menutup sejumlah gerai.
Dalam laporan keuangan terbaru, kerugian FAST tercatat sebesar Rp 557,08 miliar, naik 266,45% dari periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp 152 miliar.
Penurunan kinerja FAST dipicu oleh anjloknya pendapatan hingga 22,34%, yakni hanya mencapai Rp 2,58 triliun hingga akhir September 2024.
Baca Juga : Pemerintah Akui Kebijakan Keliru Sebabkan Ekonomi Melambat di Awal Tahun
Angka ini mengalami penurunan yang cukup besar dibandingkan dengan pendapatan di periode yang sama tahun 2023 yang mencapai Rp 4,6 triliun. Selain itu, penjualan makanan dan minuman turun 3,57% yang berdampak pada arus kas perusahaan.
Menurunnya penjualan membuat FAST terpaksa menutup beberapa gerai KFC di seluruh Indonesia. Jumlah gerai yang beroperasi turun dari 762 gerai pada Desember 2023 menjadi 715 gerai pada akhir September 2024. Penutupan gerai ini berdampak pada ribuan karyawan.
Sebanyak 2.274 karyawan terpaksa terkena PHK, menyisakan jumlah karyawan aktif dari 15.989 pada akhir tahun lalu menjadi 13.715 pada kuartal ketiga tahun ini.
Baca Juga : PLN Salurkan Bantuan Modal Usaha, Dorong Kemandirian Ekonomi Pelaku UMK di Palu
Manajemen mengaitkan penurunan penjualan ini dengan dua faktor utama. Pertama, dampak pandemi Covid-19 yang masih dirasakan oleh industri makanan cepat saji, dan kedua, kondisi geopolitik yang memanas di Timur Tengah. Aksi boikot terhadap merek-merek terkait perusahaan di Timur Tengah turut memengaruhi minat konsumen, terutama di kalangan yang peduli dengan isu tersebut.
Situasi keuangan ini juga memengaruhi kinerja saham FAST. Berdasarkan data RTI Business pada Senin (11/11/2024), harga saham FAST turun hingga 22 poin atau 6,51% menjadi Rp 316 per lembar saham. Secara tahunan (year on year), saham FAST merosot hingga 60% dan sepanjang tahun berjalan (year to date) turun sebesar 57,30%.
Sebagai tambahan, FAST tidak hanya menaungi KFC, tetapi juga merek lainnya seperti Naughty by Nature dan Taco Bell. Tantangan yang dihadapi perusahaan diharapkan dapat menjadi pembelajaran penting untuk strategi bisnis yang lebih kuat di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News