Resmikan Program DPLK Malebbi dan Saoraja Priority, PT Bank Sulselbar Targetkan 1600 Rekening Jadi Nasabah Prioritas
PT Bank Sulselbar melaunching program prioritas untuk nasabah yakni DPLK Malebbi dan Saoraja Priority.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - PT Bank Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) melaunching program terbarunya yakni Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Malebbi dan Saoraja Priority di Kantor Priority Banking Center (PBC) Bank Sulselbar, Jalan. Letjend Hertasning No. 26 Kec. Rappocini.
Menurut Edwin Syamsuddin Pemimpin Divisi Dana & Jasa PT Bank Sulselbar, hadirnya program tersebut memberikan kemudahan bagi para nasabah proritas.
"Nasabah bisa bebas antrian. Jadi tidak perlu ngatri di seluruh Kantor Cabang. Kantor Priority Banking Centre ini khusus melayani nasabah prioritas, tapi layanannya tidak hanya berlaku di sini saja, tapi di semua kantor cabang yaitu bebas antrian, parkir khusus dan fasilitas lainnya," ucapnya.
Selanjutnya, untuk jumlah nasabah yang memenuhi kriteria menjadi nasabah prioritas yang terangkum dalam program tersebut sudah mencapai 800 nasabah.
"Syarat menjadi nasabah prioritas cukup kompetitif, hanya dengan saldo kelolaan Rp500 juta, bisa seluruh produk konvensional bank atau investasi. Konvesional seperti giro dan tabunga. Investasi seperti reksadana, obligasi dll," bebernya.
Tak muluk - muluk, Edwin juga menargetkan peningkatan jumlah nasabah setelah dilaunchingnya saoraja priority mencapai 100%.
"Target kami bisa meningkat 100 persen dalam 1 tahun setelah dibukanya kantor prioritas ini, jadi total ada 1600 rekening tahun depan. Nominal dari 800 rekening sekitar Rp1,5 triliun. Jadi nanti Rp3 triliun. Produk khusus salah satu yang sangat eksklusif di kami yaitu mempunyai Save Deposit Box (SDB) yang merupakan salah satu yang tercanggih di Indonesia. Fasilitas serba digital, cuma masukkan SDB Finger Print langsung terbuka jadi menggunakan teknologi terkini," jelasnya.
Sejalan dengan itu, James Pelaksana Tugas (Plt) Pengurus DPLK Bank Sulselbar menuturkan bahwa Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) telah berbadan hukum dan menjanjikan manfaat kepada perserta.
"Inikan terkait dengan UU No 11 Tahun 1992. Pemerintah menginginkan bahwa pensiun itu menjadi hak seluruh rakyat Indonesia. Sedangkan pengetahuan masyarakat mengenai dana pensiun hanya terkait PNS, TNI, Polri saja yang bisa menikmati. Padahal hak pensiun adalah semua rakyat Indonesia," terangnya.
Untuk itu, ia berharap edukasi penting untuk masyarakat agar mereka bisa memanfaatkan DPLK sebagai dana simpanan pensiun.
"Makanya ke depan kami akan lakukan edukasi secara menyeluruh ke masyarakat. DLPK di bank daerah lainnya di Jawa itu banyak yang dari kalangan pedagangan gorengan, artinya mereka sadar bahwa untuk menikmati masa pensiun, mereka memerlukan dana untuk membiayai masa hidupnya," bebernya.
Sebab, kata James, tidak ada pekerja yang dilakukan secara terus menerus karena pasti akan masuk ke masa pensiun.
"Nah, untuk menjadi peserta DPLK minimal Rp150 ribu saja, artinya sudah merencakan untuk masa masuk tidak produktif. DPLK ini penting untuk menciptakan kesinambungan penghasilan bagi pekerja. Hingga kini, eserta sudah 300-an nasabah. Kita tetap jalan untuk lebih luas lagi. target kami tahun ini posisinya 2000-an," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News