Evaluasi Kinerja OPD, Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan Tekankan Optimalisasi Pemanfaatan Aset

ist

Prof Zudan menekankan terkait optimalisasi aset.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Penjabat Gubernur Sulsel Prof Zudan Arif Fakrulloh memimpin rapat Evaluasi Kinerja para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel, yang berlangsung di Aula Tudang Sipulung Rujab Gubernur, Kamis, 14 November 2024.

Dalam kesempatan itu, Prof Zudan menekankan terkait optimalisasi aset. "Hari ini kita melihat bahwa Sulsel ini kaya raya dari sisi aset. Aset kita ada sekitar 1.200, baik yang bersertifikat maupun tidak. Dan jika kita hitung nilainya sekitar Rp10 triliun lebih aset tersebut," ungkapnya.

Untuk itu, Prof Zudan mendorong agar OPD bergerak agar aset ini dapat menghasilkan, dengan cara kerja sama dengan pihak ketiga, mengundang para investor dan tidak menjual aset.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Optimistis Tuntaskan Sengketa Aset Lahan Daerah pada 2026

"Mau buat tower boleh, buat mall boleh, buat apartemen, peternakan, perkebunan, tinggal mencari investor yang cocok untuk itu. Termasuk sarana-sarana. Mohon doanya saja dan saya akan tiap minggunya mengadakan rapat untuk melihat progres dan menawarkan kepada investor," ungkap Prof Zudan.

Terkait masalah yang menjadi prioritas, Prof Zudan mengatakan, dirinya sedang melakukan pemetaan seperti yang ada di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), dan itu sangat strategis untuk ditawarkan.

Di tempat yang sama, Kepala BKAD Provinsi Sulsel, Salehudin mengatakan, untuk sementara diinventarisir sekitar 59 aset dan itu akan bertambah lagi. Dan paling tidak, 59 aset ini yang akan ditawarkan ke orang-orang untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tersebar di 24 kabupaten kota.

Baca Juga : Ratusan UMKM di Sulsel Dapat Bantuan Akhir Tahun dari Pemprov

Menurut Salehudin, kebanyakan aset ini adalah tanah, meskipun ada yang berupa bangunan.

"Salah satu prioritas Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan adalah twin tower yang ada di kawasan CPI, karena anggarannya menelan sekitar Rp1,8 triliun jadi paling tidak nilai investasinya seperti itu," kata Salehudin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru