BPKAD Makassar Gerak Cepat Atasi Keuangan Listrik dan BPJS
Selain pembayaran listrik, BPKAD juga memprioritaskan penyelesaian pembayaran BPJS Kesehatan bagi RSUD dan sejumlah puskesmas di Makassar.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Makassar mengambil langkah cepat untuk mengatasi kebutuhan mendesak, seperti pembayaran listrik dan iuran BPJS Kesehatan. Langkah ini dilakukan guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan tanpa gangguan.
Kepala BPKAD Makassar, Dakhlan, mengungkapkan bahwa pihaknya memanfaatkan dana tak terduga yang dikelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menutup kekurangan anggaran tersebut.
"Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp1,3 miliar. Situasinya mendesak, terutama untuk listrik, karena jika tidak segera diatasi, ada risiko pemutusan," kata Dakhlan, Selasa (19/11/2024).
Baca Juga : Gandeng Tim Independen dan Baznas RI, Pemkot Makassar Jamin Seleksi Pimpinan Baznas Berjalan Transparan
Untuk mencegah tunggakan, BPKAD saat ini sedang melakukan pengecekan ulang anggaran di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Langkah ini memastikan tidak ada pos yang terlewat, khususnya untuk pembayaran listrik.
“Meskipun sifatnya mendesak, tunggakan listrik belum terjadi. Namun, antisipasi harus segera dilakukan,” ujarnya.
Selain pembayaran listrik, BPKAD juga memprioritaskan penyelesaian pembayaran BPJS Kesehatan bagi RSUD dan sejumlah puskesmas di Makassar.
Baca Juga : Raker APEKSI Komwil VI: Aliyah Mustika Ilham Dorong Pengurangan Sampah dari Sumbernya
“Pembayaran BPJS dilakukan menggunakan Pendapatan Daerah Pendekatan (PDP). Saat ini kami masih menunggu proses lanjutan dari tim, dan mudah-mudahan dapat diselesaikan melalui peraturan wali kota,” jelas Dakhlan.
Hingga November 2024, serapan anggaran Pemkot Makassar baru mencapai 60 persen. Dakhlan menyebut angka ini masih sejalan dengan pola serapan di tahun-tahun sebelumnya, di mana realisasi pembayaran terbesar terjadi pada bulan Desember.
“Pendapatan daerah juga baru akan maksimal pada Desember. Dengan perencanaan anggaran yang lebih strategis, kami optimis kebutuhan prioritas seperti listrik dan BPJS dapat diatasi tepat waktu,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News