PHRI Sulsel Cemas Kenaikan Harga BBM Dapat Turunkan Hunian Hotel

Penulis : wiwi amaluddin
Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga(Portal Media/Al Fath)

Anggiat mengaku tak mudah memasarkan kamar hotel ketika daya beli masyarakat rendah.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia(PHRI) Sulsel, cemas kenaikan harga BBM yang mulai berlaku pada 1 September mendatang dapat menurunkan hunian hotel.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia(PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga mengatakan kenaikan harga BBM akan berdampak pada industri perhotelan dimana harga kamar akan melambung tinggi.

"Pastinya akan berdampak terhadap tingkat huni kedepan. Karena BBM naik pasti akan terjadi inflasi, maka harga jual (barang) akan lebih mahal.Sehingga orang akan lebih ketat untuk belanja,"kata Anggiat.

Baca Juga : Pengembangan Industri Perhotelan, PHRI Sulsel Minta Dukungan Pemerintah

Jika hal tersebut terjadi maka harga jual kamar akan naik. Harga paket kamar naik, akan memberikan konsekuensi berpotensi tamu akan berpikir ulang.

"Sementara di sisi lain adalah, spending power (daya beli) masih rendah. Ini akan membuat perhotelan makin terseok-seok lagi," ujarnya ketika ditemuinya Portal Media, Selasa (30/8/2022).

Anggiat melanjutkan, tak mudah memasarkan kamar hotel ketika daya beli masyarakat rendah.

Baca Juga : PHRI Sulsel Target Peningkatan Akupansi Malam Tahun Baru Tembus 98 Persen

"Mau tidak mau semua orang ingin hidup, ingin sustain, bertahan dalam kondisi yang masih sangat susah seperti ini. Maka yang terjadi adalah semua hotel akan menurunkan harga. Konsekuensinya seperti nanti adalah akan membuat perang tarif yang sangat mengerikan," jelasnya.

Tambahnya, perang tarif sangat tidak baik untuk kondisi usaha dikarenakan ada gaji karyawan yang harus dipenuhi.

"Mana mau karyawan diturunkan gajinya dalam kondisi sekarang, apalagi mereka (karyawan) dua tahun kemarin sudah susah pendapatan, ini mau dikurangi lagi tidak mungkin," lanjutnya.

Baca Juga : PHRI Sulsel Keluhkan Larangan Pemerintah Bukber di Hotel: Kunjungan Berkurang 60 Persen

Anggiat Sinaga yang juga Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan (Sulsel) berjarak agar pemerintah tidak memberikan beban yang besar kepada rakyatnya termasuk menaikkan harga BBM.

"Menurut saya bertahan dulu ini usaha. Tarik mundur (perpanjang) dulu sedikit masa subsidi (BBM). Begitu semua sudah settle, ekonomi settle, usaha settle, nah disitu baru pemerintah menaikkan harga (BBM) secara perlahan. Bukan dalam kondisi yang belum pasti," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru