Romahurmuziy: Mardiono Harus Tobat Nasuha atas Kegagalan PPP di Pileg 2024
Rommy menilai DPP PPP di bawah kepemimpinan Mardiono tidak mampu mengorkestrasi pemenangan partai di tingkat pusat maupun daerah.
PORTALMEDIA.ID - Ketua Majelis Pertimbangan DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M. Romahurmuziy atau Rommy, mendesak Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Umum PPP, Mardiono, beserta jajaran pengurus harian DPP PPP untuk melakukan tobat nasuha.
Hal ini disampaikan Rommy sebagai bentuk kritik atas kegagalan Mardiono dalam membawa PPP kembali ke DPR RI pasca Pemilu 2024.
Rommy menilai DPP PPP di bawah kepemimpinan Mardiono tidak mampu mengorkestrasi pemenangan partai di tingkat pusat maupun daerah.
Baca Juga : Dukung Keputusan Pemerintah, PP GPK Nyatakan Loyalitas pada Mardiono
Hasilnya, perolehan suara PPP pada Pemilihan Legislatif (Pileg) DPR hanya mencapai 5,8 juta suara, sementara di tingkat DPRD sebesar 7,9 juta suara.
“Selaku Ketua Majelis, saya menyerukan agar Plt. Ketua Umum dan seluruh jajaran pengurus harian DPP PPP yang merupakan eksekutif kebijakan partai melakukan tobat nasuha," kata Rommy.
Dia menambahkan bahwa tobat nasuha harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, termasuk mengakui kegagalan secara ksatria dan meminta maaf secara terbuka kepada seluruh kader PPP.
Baca Juga : SK Kepengurusan PPP Diserahkan Pemerintah, Amir Uskara Ajak Semua Kader Bersatu
"Sampai saat ini, belum ada permintaan maaf dari Mardiono dan jajaran atas kegagalan tersebut," ujar Rommy.
Rommy juga menyayangkan pernyataan Mardiono yang menyebut dirinya tidak merasa gagal. Menurutnya, evaluasi terhadap kepemimpinan Mardiono perlu dilakukan sesegera mungkin.
“Selain gagal membawa PPP ke DPR, Mardiono juga gagal merapatkan partai ke pemerintahan. Presiden Prabowo Subianto lebih memilih menggandeng partai-partai yang tidak mendukungnya di Pilpres, memberikan mereka kursi menteri dan wakil menteri. Sementara PPP hanya mendapat kursi utusan khusus,” tegas Rommy.
Baca Juga : Workshop Nasional PPP Dorong Legislator Perkuat Peran Politik
Rommy juga mempertanyakan status Plt. Ketua Umum yang dipegang Mardiono, yang menurutnya telah berlangsung terlalu lama dan tidak sehat bagi internal partai.
Dia menyinggung bahwa para pimpinan majelis sudah bersurat kepada Mardiono untuk segera menggelar muktamar, tetapi surat tersebut tak pernah ditanggapi.
“Plt. Ketum PPP kali ini adalah Plt. terlama dalam sejarah partai. Mukernas ini harus menjadi forum evaluasi atas kegagalan pemimpin puncak dalam menakhodai partai,” kata Rommy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News