Polisi Sudah Periksa 11 Saksi Kasus Penembakan Rudy

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Didik Supranoto

11 orang yang diperiksa merupakan kerabat korban yang berada saat peristiwa penembakan terjadi.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR- Tim gabungan Polres Bone dan Polda Sulsel masih terus melakukan penyelidikan terkait tragedi penembakan hingga menyebabkan seorang pengacara tewas.

Korban yang diketahui bernama Rudy S Gani tewas dengan luka tembak di bagian wajah. Peristiwa penembakan itu terjadi kala korban sedang makan malam bersama keluarganya.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Didik Supranoto mengatakan, saat ini proyektil peluru yang ditembakkan oleh pelaku dipastikan bukan proyektil senjata api.

Baca Juga : Sebulan Berlalu, Polisi Terkendala Bukti dan Keterangan Saksi dalam Kasus Penembakan Pengacara di Bone

"Proyektil sudah dibawa ke Labfor (Labolatorium Forensik) dan pihak Labfor menyatakan peluru itu merupakan peluru senapan angin, bukan berasal dari senjata api," kata Didik kepada awak media dikonfirmasi, Kamis (2/1/2025).

Kata Didik, saat ini tim gabungan Polda Sulsel dan Polres Bone telah melakukan pemeriksaan terhadap 11 orang saksi ihwal kematian Rudy S Gani. Dimana, 11 orang tersebut merupakan kerabat korban yang berada saat peristiwa tragis itu terjadi.

"11 orang telah diperiksa oleh Polres Bone kemudian Polres sudah membentuk tim gabungan dan dibackup tim dari Polda," ucap Didik.

Baca Juga : Rekan Ungkap Rudi S Gani Sering Mendapat Intimidasi

Didik bilang, penembakan terhadap Rudy S Gani terjadi di Desa Pattukulimpoe, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Sulsel, sekitar pukul 21:50 Wita.

"Berawal saat korban bersama keluarganya menunggu malam pergantian tahun baru tiba-tiba ada suara ledakan dari luar rumah seperti tembakan, kemudian sesaat itu juga korban tergeletak," ungkap Didik.

Hasil otopsi terhadap jasad korban, proyektil senapan angin itu mengenai bagian wajah dan proyektil bersarang di tulang leher.

"Hasil otopsi korban mengalami luka tembak di bagian muka bawah mata kanan, kemudian peluru bersarang di tulang leher," beber Didik.

Baca Juga : Penembakan Brutal di Birmingham: 4 Tewas dan 17 Terluka

"Peluru tersebut kaliber 8 milimeter, sekarang masih dalam penyelidikan, kita juga masih pengejaran pelaku. Diduga senjatanya ini tidak ada izinnya," tambah dia.

Sebelumnya diberitakan, seorang pengacara bernama Rudy S Gani (49) tewas ditembak orang tidak dikenal (OTK) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Insiden tragis ini terjadi saat korban merayakan pergantian tahun baru di teras rumah mertuanya, pada Selasa malam, 31 Desember 2024.

Baca Juga : Waspada! Turis Asal Turki di Bali Jadi Korban Penembakan

Setelah tertembak, Rudy segera dievakuasi ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Lappariaja, namun dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.15 WITA pada hari yang sama.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru