Polres Bone Amankan Senapan Angin dan Teropong, 14 Saksi Diperiksa dalam Kasus Penembakan Seorang Advokat
Hingga hari keenam penyelidikan, sebanyak 14 saksi telah dimintai keterangan.
PORTALMEDIA.ID, BONE – Tim penyidik gabungan dari Polda Sulsel dan Polres Bone terus bekerja keras mengungkap kasus penembakan yang menewaskan advokat Rudi S. Gani.
Hingga hari keenam penyelidikan, sebanyak 14 saksi telah dimintai keterangan, dan sejumlah barang bukti terkait kasus ini telah diamankan oleh pihak kepolisian.
Kapolres Bone, AKBP Erwin Syah, dalam wawancara di warkop Melocca, Jalan Sultan Hasanuddin, Watampone, Kabupaten Bone, Senin (6/1), menyatakan bahwa tim gabungan masih berada di lapangan untuk mengumpulkan bukti-bukti serta memeriksa saksi-saksi yang ada.
Baca Juga : Desy Ratnasari Minta Peluang Setara bagi Prajurit Perempuan di Satuan Penerbangan
"Berdasarkan hasil otopsi, kami menemukan proyektil yang berasal dari senapan angin pada tubuh korban. Saat ini, kami telah mengamankan 11 senapan angin dan beberapa teropong dari warga sekitar untuk dikaji lebih lanjut," ungkap AKBP Erwin.
Terkait dengan pendalaman motif kasus, penyidik saat ini tengah fokus memeriksa lingkaran terdekat korban, termasuk keluarga, istri, dan tiga tukang yang bekerja di lokasi kejadian.
Penyidik juga akan memeriksa warga yang pernah berperkara dengan korban, mengingat profesinya sebagai pengacara yang sering menangani berbagai kasus.
Baca Juga : Polri Perluas Direktorat PPA-PPO untuk Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
"Sampai saat ini, belum ada keterangan saksi yang mengarah pada pelaku tertentu. Namun, kami terus melakukan pendalaman secara menyeluruh," tambahnya.
Kapolres Erwin juga mengungkapkan bahwa Polres Bone bersama Polda Sulsel berkomitmen untuk mengungkap kasus ini dengan profesional.
"Kami meminta masyarakat untuk mempercayakan penanganan kasus ini kepada tim gabungan. Kami juga mengajak media massa untuk menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat terkait perkembangan kasus ini," tegasnya.
Baca Juga : Minim Sosialisasi, DPR Minta KUHP dan KUHAP Baru Lebih Dikenalkan ke Publik
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi penting mengenai kasus ini untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian.
"Kerahasiaan identitas pelapor akan kami jamin," ujar Kapolres.
Sebelumnya, Rudi S. Gani ditembak oleh orang tidak dikenal saat sedang menggelar acara makan malam bersama keluarga di kantornya yang masih dalam tahap pembangunan di Desa Patukku Limpoe, Kecamatan Lappariaja.
Baca Juga : Sempat Kabur ke Semak-semak, Pelaku Perampokan Akhirnya Ditangkap Polisi
Korban meninggal dalam perjalanan menuju Puskesmas Lappariaja akibat luka tembak yang mengenai bagian wajah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News