BPBD Ingatkan Warga Makassar Waspadai Potensi Banjir Besar Akhir Januari 2025
BPBD Makassar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar memperingatkan potensi banjir yang lebih besar dibandingkan kejadian pada Desember 2024, yang diprediksi akan melanda wilayah tersebut pada akhir Januari 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Hendra Hakamuddin, mengungkapkan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), Makassar berisiko dilanda banjir yang lebih parah.
Ia menuturkan, wilayah yang terdampak sebelumnya seperti Kecamatan Manggala, Biringkanaya, Panakkukang, dan Tamalanrea berpotensi kembali terendam air dengan intensitas yang lebih tinggi.
Baca Juga : Angin Kencang di Makassar, Pohon Tumbang dan Atap Indekos Roboh Timpa Penghuni
“Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, Makassar masih berpotensi dilanda banjir pada akhir Januari, bahkan lebih parah dari yang terjadi pada Desember lalu. Cuaca ekstrem yang terjadi di Sulawesi Selatan diprediksi mencapai puncaknya pada Januari dan Februari 2025,” kata Hendra.
Pada Desember 2024 lalu, banjir setinggi dua meter menggenangi beberapa wilayah, termasuk Blok 8 Perumnas Antang, dan menyebabkan ribuan warga mengungsi.
Sebanyak 1.884 orang yang terdampak harus mengungsi ke 28 titik pengungsian.
Baca Juga : Keselamatan Warga Prioritas, BPBD Makassar Evakuasi 13 Korban di Hutan Saat Cuaca Ekstrem
Sementara itu, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menambahkan bahwa curah hujan tinggi diperkirakan akan mencapai antara 300 hingga 500 mm, yang berpotensi memicu banjir dengan dampak yang lebih besar.
Dwikorita juga mengingatkan agar curah hujan tidak hanya terpusat dalam 1-2 hari, karena hal itu bisa memicu bencana seperti banjir bandang yang terjadi pada 2023.
BPBD Makassar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk, serta mengikuti arahan dari pihak berwenang untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News