Trump Ingin Relokasi Warga Gaza ke Indonesia
Indonesia dianggap sebagai negara tuan rumah potensial.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan hendak merelokasi sekitar 2 juta warga Gaza ke Indonesia selama rekonstruksi pascaperang.
Laporan itu datang dari media Yahudi, JFeed, mengutip NBC News. Menurut laporan tersebut, tim transisi Donald Trump-JD Vance sedang menjajaki proposal kontroversial untuk relokasi tersebut.
Indonesia, lanjut laporan itu, dianggap sebagai negara tuan rumah potensial. Tak ada penjelasan dalam laporan itu mengapa Indonesia disebut-sebut sebagai lokasi potensial untuk rencana Trump tersebut.
Baca Juga : Ketegangan AS-Iran Memanas, Isu Nuklir dan Blokade Selat Hormuz Masih Jadi Ganjalan Damai
Kehancuran yang meluas telah terjadi di Jalur Gaza, Palestina, sejak perang Hamas-Israel dimulai 7 Oktober 2023. Ada lima wilayah Jalur Gaza dengan kehancuran terparah.
Kota Gaza menanggung kerusakan terberat, dengan 74% bangunan hancur atau rusak parah. Gaza Utara menyusul dengan tingkat kerusakan 70%, kemudian Khan Younis dengan 55% bangunan rusak, Deir al-Balah dengan 50% bangunan rusak, dan Rafah, yang saat ini menampung banyak pengungsi Palestina, dengan 49% bangunan tidak dapat digunakan. Secara keseluruhan, 60% bangunan di seluruh Jalur Gaza telah rusak atau hancur.
Perkiraan bulan Oktober 2024 menghitung 128.000 bangunan rusak—jumlah yang sejak itu bertambah secara signifikan. Usulan Trump, yang diungkapkan oleh seorang pejabat transisi yang tidak disebutkan namanya, menghadapi skeptisisme yang signifikan.
Baca Juga : Gencatan Senjata Rapuh! AS Gempur Basis Drone Iran, Israel Targetkan Beirut
Negara-negara regional secara konsisten menentang penerimaan pengungsi Palestina, khawatir akan memungkinkan terjadinya krisis pengungsi baru.
Banyak warga Palestina khawatir mereka akan dilarang kembali ke Gaza jika mereka pergi. Dalam laporan yang sama, NBC News mengungkapkan bahwa utusan Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, sedang mempertimbangkan untuk mengunjungi Gaza guna mengawasi penerapan perjanjian gencatan senjata yang akan dimulai hari Minggu.
"Anda harus melihatnya, Anda harus merasakannya," kata pejabat transisi Trump-Vance, yang menunjukkan Witkoff membutuhkan pengalaman langsung daripada hanya mengandalkan laporan Israel.
Baca Juga : Sempat Nyaris Final, Trump Mendadak Rombak Draf Perjanjian Damai AS-Iran
Mengingat rapuhnya kesepakatan gencatan senjata tersebut, Witkoff berencana untuk mempertahankan kehadiran regional yang konstan.
Pejabat tersebut mencatat kekhawatiran tentang potensi sabotase: "Ada kaum radikal dan fanatik di kedua belah pihak—tidak hanya Hamas, tetapi juga dari sayap kanan Israel—yang termotivasi untuk menggagalkan perjanjian ini." NBC News juga melaporkan bahwa sandera Amerika-Israel Keith Siegel dijadwalkan dibebaskan pada hari ke-14 gencatan senjata, meskipun rincian ini masih belum dikonfirmasi oleh sumber-sumber media Israel.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News