BMKG Makassar Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sulawesi Selatan

ist

Peringatan ini berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini yang menunjukkan peningkatan curah hujan akibat berbagai faktor meteorologi.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Irwan Slamet, mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan dalam beberapa hari ke depan.

Peringatan ini berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini yang menunjukkan peningkatan curah hujan akibat berbagai faktor meteorologi.

“Pantauan kami menunjukkan adanya peningkatan curah hujan yang dipicu oleh beberapa fenomena atmosfer signifikan,” ungkap Irwan dalam rilis persnya, Senin (27/1/2025).

Baca Juga : Cuaca Ekstrem Terjang Makassar: 19 Rumah Rusak dan Belasan Pohon Tumbang

Menurut Irwan, tekanan rendah di utara Australia telah memengaruhi kecepatan angin dan ketinggian gelombang laut di kawasan tersebut.

Selain itu, pertemuan arus angin atau konfluensi di sekitar Sulawesi Selatan memicu penumpukan massa udara yang memengaruhi pembentukan awan hujan.

“Madden Julian Oscillation (MJO) kini berada di fase 3 dan bergerak menuju fase 4, bersamaan dengan aktivitas seruakan udara dingin atau cold surge. Ini meningkatkan peluang hujan lebat di wilayah kami,” jelasnya.

Baca Juga : Sulsel Bersiap Hadapi Musim Hujan, BPBD Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi

Fenomena gelombang ekuator Rossby, yang membawa massa udara basah, juga terdeteksi aktif di Sulawesi Selatan, semakin memperkuat potensi cuaca ekstrem.

BMKG memperkirakan pada 29 hingga 31 Januari 2025, hujan lebat hingga sangat lebat akan melanda sejumlah daerah, termasuk Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Soppeng, Pinrang, Sidrap, Bone, Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Kepulauan Selayar, serta Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Palopo.

Selain curah hujan tinggi, angin kencang diprediksi terjadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian tengah hingga selatan. Gelombang laut dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter juga diprakirakan terjadi di perairan Selat Makassar bagian selatan, Perairan Spermonde, dan Laut Flores.

Baca Juga : BMKG Imbau Petani Waspadai Kemarau Basah 2025

Irwan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, serta gangguan pada transportasi udara dan laut.

“Masyarakat perlu memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan instansi terkait. Kami berharap mitigasi bencana dapat dilakukan dengan baik untuk meminimalkan dampaknya,” pungkas Irwan.

BMKG meminta masyarakat tetap waspada dan menghindari aktivitas luar ruangan yang berisiko tinggi selama periode cuaca ekstrem ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru