Jeneponto Tertinggi Kasus PMK di Sulsel, Disnakkeswan Pantau 'Populasi Terancam'

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Kadisnakkeswan) Sulsel, Nurlina Saking/(Portalmedia/Al Fath)

total hewan yang terjangkit PMK di Jeneponto sebesar 1.107 ekor, 1 ekor dipotong bersyarat, 653 sembuh, dan 7 ekor mati.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Jumlah kasus hewan terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Sulsel paling banyak ditemukan di Kabupaten Jeneponto.

Dari data yang diterima Portal Media (2/9), total hewan yang terjangkit PMK di Jeneponto sebesar 1.107 ekor, 1 ekor dipotong bersyarat, 653 sembuh, dan 7 ekor mati. Total hewan terjangkit PMK di Sulsel yaitu 5.023 ekor.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Kadisnakkeswan) Sulsel, Nurlina Saking mengatakan, pihaknya saat ini tengah menggencarkan vaksinasi hewan di sejumlah daerah.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Optimistis Tuntaskan Sengketa Aset Lahan Daerah pada 2026

"Saya kira, saat ini karena memang kasusnya sudah banyak, paling pengobatan dan vaksinasi. Saya kira itu tindakan standar saja," ungkapnya, Jumat kemarin.

Ia pun berharap kepada setiap pemerintah daerah(Pemda) untuk segan meminta bantuan kepada Pemprov Sulsel jika melihat kondisi di wilahnya makin banyak ditemukan kasus.

"Yang perlu sebenarnya percepatan, bilamana daerah di Sulsel membutuhkan bantuan kita siap sebenarnya bantu yah. Fakultas peternakan Unhas juga siap, kedokteran hewan juga siap," lanjutnya. Lanjutnya lagi,ia tidak melihat dari banyaknya kasus PMK, namun 'populasi terancam-nya'

Baca Juga : Ratusan UMKM di Sulsel Dapat Bantuan Akhir Tahun dari Pemprov

"Iya sama saja dengan daerah lain. Sekarang kita tidak melihat banyaknya kasus, tapi kita melihat populasi terancam. Jadi jumlah kasusnya banyak, tapi desa atau kecamatan yang bersinggungan dengan lokasi kasus tidak banyak berarti populasi tidak banyak," jelasnya.

"Karena target vaksinasi adalah populasi terancam. Apa itu populasi terancam? Adalah populasi yang berada di kecamatan yang berbatasan dengan daerah kasus, yah yang bersinggungan," tambahnya.

Ia mencontohkan, misal Kecamatan A tertular PMK, tentu menurutmya ada daerah yang belum tertular. Kalau wilayah tersebut diluar 3 KM titik kasus tersebut akan divaksin ditambah dengan daerah yang bersinggungan dengan Kecamatan itu.

Baca Juga : Pemkab Pinrang Terima Bantuan Pemprov Sulsel untuk Korban Angin Kencang di Larinsang

"Jadi bukan melihat jumlah kasus, karena jumlah kasus bukan acuan untuk mengalokasikan berapa vaksin yang mereka (Kabupaten) yang terima," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru