10 Polwan Disiagakan Beri Trauma Healing Dua Anak Korban Penyekapan Orang Tua di Makassar

ist

Kata Restu, selama menjalani perawatan pihaknya bakal menyiagakan sebanyak 10 personel Polwan untuk memenuhi kebutuhan kedua korban selama perawatan.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Sejumlah personel Polisi Wanita (Polwan) menyambangi rumah sakit (RS) Bhayangkara Makassar guna memberikan trauma healing terhadap dua anak, korban dugaan penyiksaan oleh orang tua mereka sendiri.

Dari pantauan awak media, sejumlah personel Polwan itu membawa mainan anak guna berupaya menghibur kedua korban.

Kondisi korban juga terlihat sangat miris, tubuhnya kurus dengan bekas luka melepuh.

Baca Juga : Desy Ratnasari Minta Peluang Setara bagi Prajurit Perempuan di Satuan Penerbangan

Keduanya hanya diam menyaksikan kehadiran Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Restu Wijayanto beserta istrinya membawa mainan dan mengecek kondisi mereka.

Polisi berpangkat dua melati dipundaknya itu sempat meneteskan air mata saat melihat kondisi kedua korban yang terbaring lemah.

Polisi juga saat ini belum bisa mengambil keterangan korban karena melihat kondisinya yang masih lemah.

Baca Juga : Polri Perluas Direktorat PPA-PPO untuk Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Restu beserta jajarannya pun kini menurunkan sejumlah personel untuk mendampingi korban dan bisa mengobati psikologi korban usai melewati kekejaman sang orang tua.

"Kita menurunkan tim reaksi cepat dan trauma healing untuk memberikan dukungan psikologis ke korban tersebut, kami juga akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait, Dinas PPA, dan komisi perlindungan anak," ucap Restu ditemui wartawan di RS Bhayangkara Makassar, Jumat (7/2/2025) siang.

Kata Restu, selama menjalani perawatan pihaknya bakal menyiagakan sebanyak 10 personel Polwan untuk memenuhi kebutuhan kedua korban selama perawatan.

Baca Juga : Minim Sosialisasi, DPR Minta KUHP dan KUHAP Baru Lebih Dikenalkan ke Publik

"Kami juga bawa tim dan menyiagakan dengan memberdayakan Polwan yang ada. Diharapkan dengan pola yang ada ini bisa mengembalikan komunikasi mereka (korban) supaya nanti kita bisa mengambil keterangan dan data yang lebih valid," beber dia.

Sementara, Dokter Spesialis Bedah RS Bhayangkara, Dr Elvis Jeferson yang menangani kedua korban mengaku korban bahkan mengalami luka bakar akibat siraman air panas hingga 58 persen.

"Kita periksa memang untuk anak pertama ada luka bakar di perut dan di paha terus yang anak kedua luka bakarnya lebih banyak karena luka bakarnya sekitar 58 persen anak kedua, kalau anak pertama sekitar 5 persen," kata Elvis.

Baca Juga : Sempat Kabur ke Semak-semak, Pelaku Perampokan Akhirnya Ditangkap Polisi

Kata Elvis, pihaknya saat ini memfokuskan perawatan untuk asupan gizi kedua korban.

"Karena kondisinya yang kurang gizi sekali, kemungkinan semingguan tidak makan jadi itu butuh waktu, kita belum bisa pastikan berapa lama (dirawat) nanti sementara kami kerja sama juga dengan dokter anak dan dokter gizi," beber dia.

Sebelumnya diberitakan, Dua anak di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), jadi korban dugaan penyekapan oleh orang tua mereka sendiri.

Baca Juga : Pura-pura Belanja, Dua Emak-emak Gasak Dua Lusin Pakaian di Butik Makassar

Diketahui, peristiwa miris itu terjadi di rumah kontrakan mereka yang terletak di Jalan Flores, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, Sulsel. Jumat (7/2/2025) dini hari.

Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Restu Wijayanto mengatakan, peristiwa itu bermula kala pihak kepolisian setempat mendapatkan laporan dari warga sekitar lokasi.

"Awalnya kita dapatkan informasi dari masyarakat, masyarakat menyampaikan adanya anak yang disekap oleh orang tuanya di dalam satu kamar kontrakan," kata Restu ditemui di RS Bhayangkara Makassar, Jumat siang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru