Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa dan Forkopimda di Sulsel Rapat Bersama di Hotel

Penulis : Reza Rivaldi
Suasana FGD yang digelar di Hotel Claro Makassar (Portal Media/Reza)

Dalam acara FGD itu turut dihadiri Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana dan seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah(Forkopimda) se Sulsel.

 

PORTAL MEDIA, ID. MAKASSAR- Sejumlah aktivis yang ditafsir mencapai ribuan dari berbagai kalangan mahasiswa, buruh, petani, hingga Organisasi Masyarakat (Ormas) berkumpul di Hotel Claro, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (5/9/2022) siang.

Mereka berkumpul dalam kegiatan Fokus Grup Discussion (FGD) guna mencari solusi penyesuaian kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dinilai menyengsarakan rakyat kecil.

Baca Juga : Kunjungi Pulau Terluar Makassar, Appi dan Kapolda Sulsel Perkuat Kepedulian untuk Warga Sangkarrang

Dalam acara FGD itu turut dihadiri Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana dan seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah(Forkopimda) se Sulsel.

Tentunya diketahui, acara ini digelar bertepatan dengan aksi demonstrasi ratusan mahasiswa yang turun ke jalan hingga membuat sejumlah titik arus lalu lintas menjadi lumpuh.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, kegiatan ini tentunya mendapatkan aspirasi positif. Menurut Nana penyampaian aspirasi tidak saja bisa dilakukan di jalan.

Baca Juga : Polda Sulsel Kirim 10 Ton Ikan Kering untuk Korban Bencana di Aceh

"Bahwa dalam penyampaian aspirasi itu kita tidak perlu turun ke jalan, tetapi bisa juga dengan cara-cara lain misalnya yang akademis dan juga ilmiah," ujar Nana yang juga menjadi pembicara dalam FGD itu.

Dalam FGD yang juga dihadiri pihak Forkopimda Sulsel dan Pertamina, Nana menegaskan akan bersama-sama dengan pemangku kebijakan di wilayah untuk mengawal rekomendasi hasil FGD mahasiswa yang diyakini bisa menghasilkan solusi tepat dan diterima pemerintah pusat.

"Sehingga kami tentunya dengan gubernur, Ketua DPRD, akan mengawal hasil daripada FGD ini. Dari panitia juga sudah menyampaikan sama-sama kita akan menyampaikan ini ke pemerintah pusat," ungkapnya.

Baca Juga : Polda Sulsel Turunkan Anjing Pelacak K-9 Percepat Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung

Adapun terkait aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM yang masih terjadi di jalan, Nana mengatakan, pihaknya juga akan tetap mengawal dan mengamankan agar aksi berjalan damai dan tidak mengganggu ketertiban di masyarakat.

"Kami Polda Sulsel sudah melakukan langkah-langkah upaya pendekatan dengan para mahasiswa untuk melaksanakan aksi damai. Unjuk rasa dibolehkan oleh undang-undang, tetapi kami berharap unjuk rasa juga tidak mengganggu kegiatan dan ketertiban masyarakat yang lain," ucapnya.

Ia menyebut pelaksanaan aksi unjuk rasa di Makassar, setidaknya sudah diturunkan sebanyak 1.955 personel gabungan jajaran Polda Sulsel.

Baca Juga : Identifikasi Korban Pesawat ATR 400, Polda Sulsel Siapkan Tim DVI

"Karena pada intinya, kami akan mengawal setiap aspirasi yang ada, khususnya di FGD ini," tandasnya.

Terpisah, Ketua HMI Badko Sulselbar, Ikram Rifqi, mengatakan, tujuan dari dilaksanakannya FGD dengan tema 'Kenaikan BBM, Perluka?' adalah untuk menyusun rencana yang di dalamnya mengakomodir tuntutan penolakan kenaikan harga BBM.

"Kita mau ada solusi bagaimana meminimalisir dampak kenaikan BBM subsidi ini," ungkapnya.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Aparat dan Warga, Wali Kota Makassar Sambut Program FKPM Ditbinmas Polda Sulsel

Lebih lanjut kata dia, pihaknya telah mengkaji persoalan yang kemudian membuat masyarakat selama ini kesulitan mendapatkan BBM subsidi. Menurutnya, ada kesalahan dalam sistem penyaluran dan pendistribusiannya.

"Kemarin di HMI kita sudah kaji, salah satu solusinya bagaimana adanya integrasi data, agar bisa mengcover masyarakat yang memang betul-butul butuh BBM subsidi. Ini yang akan kita dorong," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru