Penyegaran BUMD Disorot, Legislator PPP: Pertimbangkan Kompetensi, Bukan Sekadar Ganti
Terkait kebijakan retribusi sampah, Umiyati menegaskan bahwa tanggung jawab tetap harus ada meskipun ada program gratis.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Makassar kini memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham.
Baca Juga : Hentikan Open Dumping, Pemkot Makassar Wajibkan Warga Pilah Sampah Organik dan Anorganik dari Rumah
Baca Juga : Munafri Arifuddin dan Melinda Aksa Kompak Ikuti Rangkaian Agenda Rakernas APEKSI di Medan
Baca Juga : Perkuat Kapasitas SDM Keagamaan, Kesra Makassar Bekali 450 Muballigh dan Imam Kelurahan
Berbagai harapan dan tantangan telah disampaikan, termasuk dari Anggota DPRD Makassar Fraksi PPP, Umiyati, yang menyoroti sejumlah program prioritas.
Baca Juga : Hentikan Open Dumping, Pemkot Makassar Wajibkan Warga Pilah Sampah Organik dan Anorganik dari Rumah
Baca Juga : Munafri Arifuddin dan Melinda Aksa Kompak Ikuti Rangkaian Agenda Rakernas APEKSI di Medan
Baca Juga : Perkuat Kapasitas SDM Keagamaan, Kesra Makassar Bekali 450 Muballigh dan Imam Kelurahan
Umiyati menegaskan bahwa program-program gratis yang dijanjikan harus tetap berjalan dengan pelayanan optimal. Ia mengingatkan agar kebijakan gratis tidak hanya sekadar formalitas tanpa diimbangi kualitas layanan yang baik.
Baca Juga : Hentikan Open Dumping, Pemkot Makassar Wajibkan Warga Pilah Sampah Organik dan Anorganik dari Rumah
Baca Juga : Munafri Arifuddin dan Melinda Aksa Kompak Ikuti Rangkaian Agenda Rakernas APEKSI di Medan
Baca Juga : Perkuat Kapasitas SDM Keagamaan, Kesra Makassar Bekali 450 Muballigh dan Imam Kelurahan
Baca Juga : Melinda Aksa Perkuat Kiprah Makassar di Rakernas APEKSI Lewat Program Lingkungan dan Pemberdayaan
"Jangan sampai fasilitas gratis ini ternyata tidak benar-benar gratis dalam arti layanan yang diberikan tidak maksimal. Meskipun gratis, pelayanan harus tetap seperti sebelumnya," ujarnya usai menghadiri rapat paripurna sertijab Walikota Makassar di Kantor DPRD Makassar, Selasa (4/3/2025).
Baca Juga : Hentikan Open Dumping, Pemkot Makassar Wajibkan Warga Pilah Sampah Organik dan Anorganik dari Rumah
Baca Juga : Munafri Arifuddin dan Melinda Aksa Kompak Ikuti Rangkaian Agenda Rakernas APEKSI di Medan
Baca Juga : Perkuat Kapasitas SDM Keagamaan, Kesra Makassar Bekali 450 Muballigh dan Imam Kelurahan
Sebagai wakil rakyat dari Dapil 4 (Manggala-Panakkukang), Umiyati berharap Munafri dan Aliyah segera menemukan solusi konkret untuk persoalan banjir yang terus menghantui wilayahnya.
Baca Juga : Hentikan Open Dumping, Pemkot Makassar Wajibkan Warga Pilah Sampah Organik dan Anorganik dari Rumah
Baca Juga : Munafri Arifuddin dan Melinda Aksa Kompak Ikuti Rangkaian Agenda Rakernas APEKSI di Medan
Baca Juga : Perkuat Kapasitas SDM Keagamaan, Kesra Makassar Bekali 450 Muballigh dan Imam Kelurahan
"Manggala ini memang sudah rawan banjir. Saya harap solusi yang diberikan tidak hanya wacana, tapi langsung terasa manfaatnya bagi masyarakat. Apalagi saat ini masih musim hujan," kata anggota Komisi B itu.
Baca Juga : Hentikan Open Dumping, Pemkot Makassar Wajibkan Warga Pilah Sampah Organik dan Anorganik dari Rumah
Baca Juga : Munafri Arifuddin dan Melinda Aksa Kompak Ikuti Rangkaian Agenda Rakernas APEKSI di Medan
Baca Juga : Perkuat Kapasitas SDM Keagamaan, Kesra Makassar Bekali 450 Muballigh dan Imam Kelurahan
Baca Juga : Pendekatan Humanis Berhasil, Pedagang Bongkar Mandiri Lapak Pasar Tumpah Jalan AMD Setelah 20 Tahun
Terkait kebijakan retribusi sampah, Umiyati menegaskan bahwa tanggung jawab tetap harus ada meskipun ada program gratis. Ia khawatir jika layanan sampah digratiskan, kualitasnya justru menurun.
Baca Juga : Hentikan Open Dumping, Pemkot Makassar Wajibkan Warga Pilah Sampah Organik dan Anorganik dari Rumah
Baca Juga : Munafri Arifuddin dan Melinda Aksa Kompak Ikuti Rangkaian Agenda Rakernas APEKSI di Medan
Baca Juga : Perkuat Kapasitas SDM Keagamaan, Kesra Makassar Bekali 450 Muballigh dan Imam Kelurahan
"Jangan sampai karena gratis, sampah baru diangkut seminggu sekali. Masyarakat, terutama yang kurang mampu, harus tetap mendapatkan layanan yang baik," tegasnya.
Baca Juga : Hentikan Open Dumping, Pemkot Makassar Wajibkan Warga Pilah Sampah Organik dan Anorganik dari Rumah
Baca Juga : Munafri Arifuddin dan Melinda Aksa Kompak Ikuti Rangkaian Agenda Rakernas APEKSI di Medan
Baca Juga : Perkuat Kapasitas SDM Keagamaan, Kesra Makassar Bekali 450 Muballigh dan Imam Kelurahan
Mengenai penyegaran direksi BUMD yang menjadi mitranya di Komisi B, Umiyati menyebut bahwa perubahan itu wajar asalkan tetap mempertimbangkan kompetensi pejabat sebelumnya.
Baca Juga : Hentikan Open Dumping, Pemkot Makassar Wajibkan Warga Pilah Sampah Organik dan Anorganik dari Rumah
Baca Juga : Munafri Arifuddin dan Melinda Aksa Kompak Ikuti Rangkaian Agenda Rakernas APEKSI di Medan
Baca Juga : Perkuat Kapasitas SDM Keagamaan, Kesra Makassar Bekali 450 Muballigh dan Imam Kelurahan
"Kalau memang perlu penyegaran, silakan. Tapi kalau ada yang berkompeten dan layak dipertahankan, kenapa tidak? Yang penting, kepemimpinan baru harus lebih baik dari sebelumnya," tutupnya.
Baca Juga : Hentikan Open Dumping, Pemkot Makassar Wajibkan Warga Pilah Sampah Organik dan Anorganik dari Rumah
Baca Juga : Munafri Arifuddin dan Melinda Aksa Kompak Ikuti Rangkaian Agenda Rakernas APEKSI di Medan
Baca Juga : Perkuat Kapasitas SDM Keagamaan, Kesra Makassar Bekali 450 Muballigh dan Imam Kelurahan
Dengan berbagai tantangan ini, kepemimpinan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham diharapkan dapat membawa Makassar ke arah yang lebih baik, dengan kebijakan yang tidak hanya populis, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News