Cerita Lain dari Aksi BBM di Makassar, Diprotes Warga hingga Adu Jotos Sesama Pendemo

Penulis : Reza Rivaldi
Beberapa anak sekolah duduk di trotoar jalan menunggu aksi demonstrasi selesai. Foto: ist

Aksi demontrasi mahasiswa atas kenaikan BBM di Kota Makassar diwarnai dengan beberapa peristiwa yang juga ikut menyertai. Berdasarkan pantauan lapangan, keluhan pedagang kecil hingga adu jotos sesama pendemo ikut menjadi cerita sendiri dari aksi yang digelar di beberapa titik ini.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Aksi demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM digaungkan sejumlah mahasiswa di hampir seluruh tanah air, tidak terkecuali Kota Makassar.

Di Kota Makassar sendiri berbagai cara demonstrasi dilakukan mulai dari aksi pembakaran ban, menutup jalan, hingga memblokade SPBU, Senin (5/9/2022).

Akibatnya sejumlah titik arus lalu lintas di beberapa  jalan protokol pun menjadi lumpuh. Dalam aksi demonstrasi yang katanya membela rakyat kecil ini, tidak melulu masyarakat mampu menerimanya. Setidaknya hal inilah yang terekam dari pantauan langsung Portalmedia di lapangan. 

Baca Juga : Stok BBM SPBU Swasta Mulai Langka, Operasional Shell di Bekasi Lumpuh Total

Pedagang Kecil Marah: Lebih Baik BBM Naik, dari pada Jalan Ditutup

Seperti insiden kecil yang terjadi saat aksi demonstrasi yang dilakukan aliansi mahasiswa dari Universitas Muslim Indonesia (UMI), pada Senin petang.

Mereka memblokade Jalan Urip Sumiharjo hingga mengalami macet parah selama berjam-jam. Sejumlah pengendara pun protes dengan aksi yang dilakukan mahasiswa.

Baca Juga : Kota Makassar Raih Penghargaan Nasional Skrining Bayi Baru Lahir Terbaik 2025

"Kita sama, kita mau lewat ini, kita mau cari nafkah juga ini, jangan begini. Lebih baik naik BBM dari pada tidak bisa jalan karena begini (demo)," jelas salah satu pedagang kecil yang terjebak macet.

Pria berbaju kemeja bermotif kotak-kotak ini geram dengan aksi mahasiswa lantaran, ia telah terjebak macet hampir satu jam lebih.

"Saya tertahan sudah satu jam, ini saya dari Maros. Aksi mahasiswa begini tidak cocok, kenapa ditutup jalan begini, kita paham tapi jangan tutup begini. Saya cuma pedagang kecil. Tidak ada kepentingan lain selain mencari nafkah," keluhnya. 

Baca Juga : Polri Perbarui SOP Pengamanan Demonstrasi Berbasis HAM

Terjebak Macet Berjam-jam, Anak Sakit Parah

Masih di lokasi yang sama, salah satu ibu juga mengeluhkan aksi penutupan jalan yang dilakukan mahasiswa.

Wanita berhijab itu mengeluh lantaran terjebak macet hingga berjam-jam sedangkan ia harus mengantar anaknya yang sedang sakit.

Baca Juga : Insiden di SPBU Bone Jadi Pelajaran, Pertamina Janji Tingkatkan Komunikasi Lintas Budaya Operator

"Jangan, jangan ini anak saya sakit bukan penyakit sembarang. Kita sudah dua jam ini terjebak macet mau ke rumah sakit tapi begini," ungkapnya.

Wanita yang menggunakan mobil minibus berwarna putih ini membawa anaknya yang sudah terbaring di pangkuannya. Diketahui bahkan anaknya sedang mengidap kanker.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru