Israel Ancam Caplok Jalur Gaza
Ancaman itu muncul ketika Israel kembali melancarkan serangan besar-besaran ke Jalur Gaza sejak Selasa pekan lalu
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengancam akan mencaplok sebagian wilayah Jalur Gaza Palestina jika Hamas tidak segera membebaskan para warga Israel yang masih menjadi sandera.
Dalam pernyataannya, Katz mengatakan telah memerintahkan militer untuk merebut lebih banyak wilayah di Gaza jika Hamas semakin lama menolak membebaskan para sandera.
"Saya telah memerintahkan (militer) untuk merebut lebih banyak wilayah di Gaza. Semakin lama Hamas menolak membebaskan para sandera, semakin banyak wilayah yang akan hilang dan dicaplok oleh Israel," kata Katz seperti dikutip AFP.
Baca Juga : 80 Ribu Tentara Israel Alami Gangguan Jiwa Akibat Agresi di Jalur Gaza
Katz juga mengancam akan memperluas zona penyangga di sekitar Gaza untuk melindungi wilayah sipil Israel dan tentara dengan menerapkan pendudukan permanen Israel di daerah tersebut jika Hamas tetap tidak memenuhi tuntutan tersebut.
Militer Israel juga telah mengusir warga di kawasan Al-Salatin, Al-Karama, dan Al-Awda di Gaza selatan untuk segera mengungsi sebelum serangan udara dilancarkan ke wilayah itu.
Ancaman itu muncul ketika Israel kembali melancarkan serangan besar-besaran ke Jalur Gaza sejak Selasa pekan lalu, mengakhiri gencatan senjata yang berlaku sejak 19 Januari lalu.
Baca Juga : Suara Gaza Kembali Bungkam, Lima Jurnalis Al Jazeera Gugur di Tangan Israel
Seorang sumber Palestina yang mengetahui dinamika perundingan gencatan senjata mengatakan kepada AFP pada Jumat (21/3/2025) malam lalu bahwa Hamas telah menerima proposal dari mediator Mesir dan Qatar untuk memulihkan gencatan senjata.
Proposal ini terdiri dari penerapan kembali gencatan senjata di Jalur Gaza, termasuk pertukaran tahanan warga Palestina dari Israel dan pembebasan sandera Hamas "berdasarkan garis waktu yang akan disepakati."
Sumber itu menambahkan bahwa proposal tersebut "termasuk aliran bantuan kemanusiaan" ke Gaza, yang telah diblokade oleh Israel sejak 2 Maret lalu.
Baca Juga : Ratusan Ribu Warga Palestina Tinggalkan Rafah di Tengah Gempuran Israel
Israel kembali menggempur Gaza dengan serangan udara intensif sejak Selasa. Otoritas Gaza mencatat total 504 korban tewas sejak serangan Israel dilanjutkan, menjadikannya salah satu periode paling mematikan sejak agresi Israel dimulai 7 Oktober 2023 lalu.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News