Viral! Potongan Video ada Lemparan Busur dari Balik Tameng Polisi, saat Ricuh di UNM Makassar
Sebuah potongan video merekam langsung bentrok yang terjadi pada aksi demontrasi penolakan BBM pada Senin (5/9/2022) malam kemarin. Video ini memperlihatkan dari barisan barikade polisi nampak ada busur yang terlempar.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Sebuah potongan video aksi ricuh di depan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) viral di berbagai Media Sosial (Medsos).
Diketahui aksi ricuh ini terjadi pada Senin (5/9/2022) malam kemarin. Bentrok antara massa aksi dan warga sekitar tak terhindarkan, kemudian disusul dengan aksi saling serang antara polisi dan massa aksi.
Potongan video itu memperlihatkan ada orang di balik tameng polisi melontarkan anak panah busur ke arah mahasiswa dalam kampus.
Baca Juga : Stok BBM SPBU Swasta Mulai Langka, Operasional Shell di Bekasi Lumpuh Total
Dalam video berdurasi 52 detik itu memperlihatkan sejumlah aparat kepolisian membentuk barikade dengan tameng dan terlihat pula mobil watercanon di sampingnya.
Barikade yang dihujani batu dari arah dalam kampus itu pun terlihat tiba-tiba terbuka dan muncul seseorang melakukan pembusuran ke arah massa aksi yang berada dalam kampus.
"Polisi ma busur, polisi ma busur," ucap seorang pria yang memvideokan kejadian itu dari dalam pagar kampus UNM.
Baca Juga : Polda Sulsel Kirim 10 Ton Ikan Kering untuk Korban Bencana di Aceh
Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Komang Suartana mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait video yang viral itu.
"Ini masih diselidiki oleh Propam," ucap Komang kepada wartawan, Selasa (6/9/2022) malam.
Kata Komang, sejauh ini belum bisa dipastikan apakah benar yang melakukan pembusuran ke arah massa aksi adalah oknum anggota polisi atau bukan.
Baca Juga : Polda Sulsel Turunkan Anjing Pelacak K-9 Percepat Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung
Komang juga mengatakan, dalam pengamanan aksi unjuk rasa seluruh anggota polisi disebut sudah sesuai SOP. Mereka disebut dilarang keras melakukan tindakan represif.
"Kalau memang benar kita akan proses, dan akan ditindaklanjuti oleh Propam sesuai dengan arahan pak Kapolda. Kita tetap melaksanakan pengamanan dengan secara humanis di lapangan, tidak menggunakan kekerasan itu arahan pak Kapolda setiap melakukan kegiatan," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News