Ungkapan 'Adinda Demo Kakanda Nego", Badko HMI Angkat Bicara Usai FGD di Hotel

Penulis : wiwi amaluddin
ist

Acara FGD itu memang digelar di tempat adem dan dalam ruangan ballroom hotel bintang 4 di Makassar, yakni Hotel Claro pada Senin (6/9/2022),

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Foto unjuk rasa tolak kenaikan BBM dengan menunjukan poster bertuliskan 'Adinda Demo, Kakanda Nego' di Bayuwangi itu kembali mendadak menjadi perbincangan usai Badko HMI Sulselbar menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait Kenaikan Harga BBM.

Acara FGD itu memang digelar di tempat adem dan dalam ruangan ballroom hotel bintang 4 di Makassar, yakni Hotel Claro pada Senin (6/9/2022), Selain itu menghadirkan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana, Ketua Umum Badko HMI Sulselbar, A. Ikram Rifqi, Ketua HIPMI Sulsel, Andi Rahmat Manggabarani, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas, Prof. Marzuki Dea, dan undangan lainnya.

Ungkapan 'Adinda Demo Kakanda Nego' membuat sebagian orang merasa ada kepentingan dan maksud lain dengan terselenggaranya FGD di Hotel mewah tersebut. Ketua Badko HMI Sulselbar, A. Ikram Rifqi jelas menampik hal tersebut.

Baca Juga : Tokoh Milenial Sulsel Andi Fahrul Amsal Masuk Bursa Calon Wamenkumham

Ia mengatakan bahwa mereka ingin menciptakan sebuah advokasi dengan gaya baru.

"Kalau teman-teman semua turun ke jalan, siapa yang melakukan aksi yang sifatnya diplomasi, sekarang ini kita lakukan pendekatan akademisi dan pendekatan sistematis, apa yang kita sampaikan, yang selalu muncul adalah keributan tapi betul-betul kajian secara mendalam yang tentunya akan jadi pertimbangan untuk pemerintah," jelasnya.

Baca Juga : Demo Berlanjut Hingga 4 Oktober, Serikat Pekerja Ancam Mogok Kerja Jika Pemerintah Tak Turunkan Harga BBM

Lanjutnya, Ikram tak mewajibkan anggota HMI Se-Sulselbar untuk mengikuti acara FGD tersebut, ia mempersilakan apabila ada kader yang ingin turun ke jalan melakukan aksi.\

"Semua teman-teman, cabang-cabang, bahkan pengurus Badko sendiri aksi kemarin itu saya persilahkan ke mereka, teman-teman BEM yang mau aksi silahkan aksi," bebernya.

"Tapi ada juga teman-teman yang mau ikut FGD jadi kita coba kombinasikan, (kita) berikan kelonggaran, tidak ada kewajiban sama sekali bisa cek semua undangan yang sudah kita lakukan, tidak ada pernyataan saya jangan aksi, tidak ada sama sekali," tegasnya.

Baca Juga : Demo BBM di Makassar Diwarnai Aksi Vandalisme, Mobil Polisi Dilempar Batu, dan Jurnalis Nyaris Dikeroyok

Dalam FGD tersebut, menurut Ikram ada sekitar 1.300 peserta yang hadir baik secara during maupun luring. Mulai dari unsur HMI sendiri, KNPI, Pemuda Pancasila, BEM Se-Makassar, Ojek Online, Nelayan dan masih banyak lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru