Tegaskan RI Tak Akan Takluk pada Tarif Impor AS, Prabowo: Kita Tak Akan Berlutut

ist

Prabowo menekankan bahwa Indonesia tidak akan menyerah terhadap tekanan ekonomi dari negara mana pun, termasuk Amerika Serikat.

PORTALMEDIA.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan sikap tegas pemerintah dalam menghadapi kebijakan tarif impor tinggi yang diberlakukan Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

Dalam kunjungan kerja di Sumatera Selatan, Rabu (23/4), Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan mengedepankan negosiasi, bukan konfrontasi.

"Kita tidak akan memaki-maki negara lain. Kita dihantam tarif berapa pun, kita akan berunding, akan negosiasi," tegas Prabowo dalam pidatonya.

Baca Juga : Prabowo Gandeng Kampus Inggris, Indonesia Akan Bangun 10 Universitas Baru

Pernyataan ini menyusul meningkatnya tensi dagang akibat kebijakan AS yang menaikkan tarif impor produk Indonesia hingga 47 persen, dari sebelumnya 10–37 persen.

Prabowo menekankan bahwa Indonesia tidak akan menyerah terhadap tekanan ekonomi dari negara mana pun, termasuk Amerika Serikat.

“Kita tidak akan pernah menyerah, kita tidak akan berlutut. Bangsa Indonesia tidak perlu dikasihani. Kita tidak akan mengemis atau minta belas kasihan,” ujarnya dengan penuh semangat.

Baca Juga : Prabowo Terbang ke London untuk Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia–Inggris

Presiden juga menyampaikan pentingnya rasa percaya diri bagi seluruh rakyat Indonesia terhadap kemampuan dan kemandirian nasional.

"Kalau pun mereka menutup pasar mereka bagi produk kita, kita akan tetap bertahan. Kita akan tambah kuat. Kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri," ucap Prabowo.

Sebagai langkah diplomatik, Prabowo telah menginstruksikan beberapa pejabat tinggi untuk menyampaikan keberatan langsung ke pemerintah AS. Menteri Luar Negeri Sugiono telah bertemu dengan Menlu AS Marco Rubio di Washington DC pada 16 April lalu.

Baca Juga : DPR Sebut Kunjungan Prabowo ke IKN Jadi Pesan Politik Penting

Selain itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga telah melakukan pembicaraan dengan pejabat tinggi AS, termasuk Secretary of Commerce Howard W. Lutnick dan perwakilan dari USTR (United States Trade Representative), didampingi Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono serta Mari Elka Pangestu.

Kunjungan ini bertujuan mencari solusi terbaik atas kebijakan tarif tinggi yang dinilai merugikan ekspor Indonesia.

Dengan diplomasi aktif dan ketegasan sikap, Prabowo berharap Indonesia tetap menjaga posisi kuat dalam percaturan perdagangan global, sekaligus membangun kemandirian ekonomi nasional yang berdaya saing tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru