Yuran Fernandes Lega Usai Hukuman Dikurangi, APPI dan FIFPro Soroti Kebebasan Bersuara Pemain

ist

Selama masa proses banding, Yuran mendapatkan dukungan penuh dari Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) dan FIFPro.

PORTALMEDIA.ID – Kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes, akhirnya buka suara setelah Komite Banding PSSI mengurangi sanksi larangan beraktivitas di sepak bola nasional dari 12 bulan menjadi tiga bulan. Pemotongan hukuman ini menyusul proses banding yang diajukan oleh klub serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk APPI dan FIFPro.

“Saya merasa lebih baik daripada sebelumnya,” ujar Yuran seperti dikutip dari unggahan resmi Federasi Internasional Asosiasi Pesepak Bola Profesional (FIFPro), Jumat (23/5/2025).

Sebelumnya, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman berat kepada bek asal Tanjung Verde itu, menyusul unggahannya di media sosial yang dianggap menyindir kualitas sepak bola Indonesia.

Baca Juga : Perkuat Bisnis dan Dukungan Suporter, PSM Makassar dan Cahaya Bone Resmi Berkolaborasi

Meskipun unggahan tersebut telah dihapus dan permintaan maaf telah disampaikan, Komdis tetap menjatuhkan larangan bermain selama satu tahun dan denda sebesar Rp25 juta.

Keputusan tersebut memicu gelombang kritik dari kalangan pengamat, penggemar sepak bola, hingga sesama pemain Liga 1 yang menilai sanksi tersebut terlalu berat dan tidak proporsional. Tidak sedikit yang menyebut bahwa sanksi itu mengancam kebebasan berekspresi para pemain.

Setelah proses banding diajukan oleh PSM Makassar, Komite Banding PSSI akhirnya mengoreksi putusan awal dan memutuskan untuk mengurangi sanksi menjadi hanya tiga bulan. Dengan demikian, Yuran dipastikan bisa kembali merumput pada awal musim Liga 1 2025/2026 yang dimulai Agustus mendatang.

Baca Juga : Ambisi Besar PSM Makassar Lawan Persis Solo, Tomas Trucha Datang dengan Kekuatan Penuh!

“Banyak orang di Indonesia merasa larangan 12 bulan hanya karena berkomentar di media sosial itu tidak adil dan tidak masuk akal,” ungkap Yuran dalam pernyataannya.

Selama masa proses banding, Yuran mendapatkan dukungan penuh dari Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) dan FIFPro. Keduanya secara terbuka menyatakan keberatan terhadap sanksi tersebut dan mendesak agar pemain tetap diberikan ruang untuk menyampaikan opini.

"Banyak pemain, baik lokal maupun asing, mengirim pesan kepada saya, menyatakan solidaritas mereka. Mereka bilang, 'kami bersamamu'. Bahkan ada yang mengusulkan kampanye di Instagram untuk menolak sanksi itu," lanjut Yuran.

Baca Juga : Gol Tunggal Abu Kamara Antarkan PSM Makassar Tumbangkan Dewa United 1-0

Presiden APPI, Andritany Ardhiyasa, menyatakan bahwa kasus Yuran menjadi pelajaran penting terkait hak berekspresi pemain. Ia menekankan bahwa kritik atau kekecewaan seharusnya tidak langsung dibalas dengan sanksi berat, apalagi jika yang bersangkutan telah meminta maaf secara terbuka.

“Secara teknis kami tidak bisa mengajukan banding ke CAS karena sanksi di bawah tiga bulan tidak masuk kategori. Namun kami tetap menghormati keputusan Komite Banding. Meski begitu, idealnya, tidak perlu ada sanksi karena Yuran hanya menyampaikan rasa kecewanya,” kata Andritany.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru