RSUD Labuang Baji Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi Publik dalam Monev 2025 Komisi Informasi Sulsel
RSUD Labuang Baji menghadirkan berbagai program unggulan yang tidak hanya meningkatkan mutu layanan kesehatan, tetapi juga mengedepankan keterbukaan informasi.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Komisi Informasi (KI) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 yang menyasar berbagai badan publik di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Salah satu yang mendapat sorotan positif adalah UPT RSUD Labuang Baji, yang dinilai menonjol dalam hal inovasi dan konsistensi mendorong keterbukaan serta aksesibilitas informasi publik sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Kegiatan ini mencakup uji publik, yang menjadi bagian dari proses evaluasi terhadap 11 organisasi perangkat daerah (OPD), 24 kabupaten/kota, serta 6 desa. Tujuannya adalah untuk memastikan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan informasi, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan pengelolaan informasi.
Baca Juga : RS Labuan Baji Dinilai Tak Punya Iktikad Baik, Ortu Bayi Siap Tempuh Jalur Hukum
Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atas akses informasi, meningkatkan sistem penyediaan layanan informasi publik, dan mewujudkan keterbukaan informasi yang cepat, mudah, dan efisien.
Dalam sesi evaluasi, Koordinator Bidang Kelembagaan sekaligus Tim Penilai Internal Komisi Informasi Sulsel, Subhan Djoer menyampaikan apresiasi terhadap RSUD Labuang Baji.
“Di RSUD Labuang Baji ini terjadi revolusi. Saya mengapresiasi kemajuan Labuang Baji. Saya melihat perkembangan RSUD Labuang Baji sangat pesat, melampaui rumah sakit lain termasuk dalam pelayanan publik, sehingga diganjar Zona Hijau oleh Ombudsman,” ungkapnya.
RSUD Labuang Baji menghadirkan berbagai program unggulan yang tidak hanya meningkatkan mutu layanan kesehatan, tetapi juga mengedepankan keterbukaan informasi.
Beberapa diantaranya, Program KEPO TB (Ketuk Pintu Orang Tuberkulosis) merupakan langkah aktif dalam mendeteksi dini kasus TBC melalui pendekatan langsung ke rumah-rumah warga, sehingga mempercepat penanganan dan pencegahan penularan.
Sementara itu, strategi INSTING CERDIK (Intervensi Stunting dan Wasting yang Cepat, Responsif, dan Komprehensif) diterapkan untuk menurunkan angka stunting dan wasting secara holistik, dengan pendekatan terintegrasi lintas sektor.
Untuk menjangkau wilayah terpencil, layanan Telemedicine SIPAKABAJI dihadirkan sebagai solusi digital dalam menyediakan konsultasi dan pelayanan medis jarak jauh.
Dari sisi keterbukaan informasi, rumah sakit ini juga mengembangkan sistem informasi publik berbasis digital yang dapat diakses melalui website dan aplikasi. Sistem ini dikelola oleh PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) secara inklusif, termasuk dalam penyediaan akses bagi penyandang disabilitas.
Untuk kinerja informasi publik, pada tahun 2024, RSUD Labuang Baji mencatat sejumlah capaian positif dalam pengelolaan informasi publik dan kehumasan.
Sebanyak 410 permohonan informasi berhasil ditindaklanjuti dengan baik, mencerminkan komitmen rumah sakit terhadap keterbukaan dan pelayanan informasi yang responsif. Situs resmi rumah sakit juga mencatat lebih dari 8.000 kunjungan, sementara akun media sosial resmi menjangkau lebih dari 5.000 pengguna aktif, menunjukkan meningkatnya interaksi digital dengan masyarakat.
Atas upaya tersebut, RSUD Labuang Baji meraih berbagai penghargaan bergengsi. Di antaranya, Zona Hijau dari Ombudsman RI dengan nilai 94,1, sebagai pengakuan atas pelayanan publik yang berkualitas.
Selain itu, rumah sakit ini juga dinobatkan sebagai Pengelola Humas dan Media Sosial Terbaik tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, serta meraih penghargaan nasional sebagai First Most Active Facebook dalam ajang Perhumasri Award.
RSUD Labuang Baji menunjukkan dirinya sebagai lembaga layanan publik yang mampu beradaptasi dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat melalui komitmennya dalam menyediakan informasi yang mudah diakses dan relevan.
Melalui semangat keterbukaan yang terus dijaga, rumah sakit ini membuktikan bahwa transparansi bukan hanya sekadar tuntutan, melainkan menjadi landasan penting dalam membangun kepercayaan serta memperkuat kerja sama antara institusi dan masyarakat. (*)
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham menghadiri acara Bincang Keluarga yang digelar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Makassar bekerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Makassar.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional Aisah Dahlan, di Swiss-Belhotel Makassar, Jalan Ujung Pandang, Kamis (29/5/2025).
Dengan mengangkat tema “Penguatan Ikatan Keluarga dalam Mewujudkan Masyarakat Madani Menuju Kemuliaan yang Hakiki,” kegiatan ini diikuti oleh 1.000 peserta yang terdiri atas anggota dan pengurus BKMT dari seluruh kecamatan di Kota Makassar.
Dalam sambutannya, Aliyah Mustika Ilham yang juga menjabat sebagai Ketua BKMT Kota Makassar menyampaikan pentingnya memperkuat silaturahmi dan sinergi lintas sektor.
"Kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai peradaban. Melalui sinergi dengan PNM, saya berharap para anggota BKMT dapat mengakses program permodalan yang telah terbukti membantu lebih dari 70.000 pelaku UMKM,” ujar Aliyah Mustika Ilham.
Sebagai tokoh perempuan yang telah memimpin BKMT Kota Makassar selama satu dekade, Aliyah Mustika Ilham dikenal konsisten memperjuangkan program-program pemberdayaan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, terutama perempuan dan keluarga.
Pengalaman dua periode sebagai anggota DPR RI Komisi IX turut memperkuat komitmennya dalam mendorong program yang berorientasi pada kesehatan, kesejahteraan sosial, dan pemberdayaan ekonomi.
Kehadiran dan kontribusi Aliyah Mustika Ilham di BKMT serta di lingkup Pemerintah Kota Makassar sebagai Wakil Wali Kota sejalan dengan visi Kota Makassar yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan.
Ia percaya bahwa penguatan spiritual dan ekonomi keluarga menjadi kunci dalam mewujudkan kota yang resilien dan harmonis, di mana setiap lapisan masyarakat memiliki akses terhadap kesempatan dan perlindungan.
Aliyah Mustika Ilham juga menekankan pentingnya menjadikan BKMT sebagai mitra strategis dalam pembangunan sosial keumatan, dengan terus membangun kolaborasi lintas sektor, seperti yang diwujudkan bersama PNM.
Sinergi ini menjadi model kolaboratif antara organisasi masyarakat, dunia usaha dan pemerintah yang berorientasi pada dampak jangka panjang, sekaligus memperkuat jejaring sosial masyarakat sebagai pilar pembangunan kota yang tangguh dan berkelanjutan.
Dalam momen tersebut, Aisah Dahlan, pembicara nasional sekaligus tokoh yang dikenal luas dalam bidang penguatan karakter dan ketahanan keluarga juga memberikan banyak nasihat yang menggugah kesadaran peserta.
Tentang pentingnya memelihara hubungan dalam keluarga sebagai dasar utama membangun masyarakat yang sehat secara mental, sosial, dan spiritual.
Ia juga mengapresiasi semangat yang ditunjukkan oleh BKMT dan Pemerintah Kota Makassar dalam mengangkat isu-isu yang sangat relevan bagi kehidupan sosial hari ini.
Sementara itu, Pimpinan PNM Cabang Makassar, Maimun Bakri, dalam pemaparannya menjelaskan sejumlah program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang telah dilaksanakan oleh PT. PNM sejak berdiri pada tahun 1999.
Fokus utama PNM adalah pada pemberian akses permodalan dan pendampingan kepada pelaku usaha ultra mikro dan mikro di berbagai daerah, termasuk Makassar.
Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah pejabat Pemerintah Kota Makassar, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Achi Soleman, serta jajaran manajemen PNM Cabang Makassar.
Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antara organisasi keagamaan, pemerintah, dan lembaga keuangan dalam upaya menciptakan masyarakat yang tangguh, berdaya, dan bermartabat. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News