Pengamat Nilai Kehadiran PT Vale tak Pengaruhi APBD: Kita Hanya Kecipratan Pajak
Pengamat ekonomi menilai kehadiran PT Vale selama ini tidak berkontribusi banyak pada APBD, dan Sulsel hanya kecipratan pajak saja.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Pengamat Ekonomi Unismuh Abdul Muttalib mendukung keputusan Gubernur Sulsel untuk menghentikan perpanjangan izin dengan PT. Vale Indonesia. Kata dia, kehadiran perusahaan raksasa itu, tidak memberikan andil besar terhadap pendapatan daerah.
"Pangsa pasar PT. Vale adalah ekspor biji nikel ke luar negeri sebanyak 80%, sehingga pasar dalam negeri relatif kecil, dan nanti setelah diolah di luar negeri barulah diimpor lagi ke masing-masing negara yang membutuhkan," ujar Muttalib, kepada portalmedia.id, Minggu (11/9/2022).
Hal ini kata WD III Fakultas Ekonomi Unismuh tersebut, adalah hal yang sia-sia. Sebab, Indonesia khususnya Sulsel hanya akan kecipratan pendapatan pajak saja. Tak lebih dari itu.
Baca Juga : RDP di Komisi XII, PT Vale Jelaskan Kepatuhan dan Kepastian Operasional
"Nah, inikan hanya pajak nasional maupun pajak daerah. Sedangkan perputaran bisnis dalam negeri dari produk PT. Vale relatif kecil," bebernya.
Sedangkan kata Muttalib, dampak bisnis dan bantuan CSR kepada masyarakat sekitar juga tidak berpengaruh besar bagi kesejahteraan rakyat.
"Tetapi berbeda dengan pemerintah Luwu Timur. Kehadiran PT. Vale cukup membantu dalam penerimaan daerah," lanjutnya.
Baca Juga : Menghadapi Ramadan, Gubernur Sulsel Keluarkan Imbauan
Untuk itu, dari persfektif Pemprov Sulsel, kontribusi PT. Vale dalam APBD Sulsel relatif memang tidak berpengaruh. "Mungkin juga hal ini yang membuat pak Gubernur memberikan keputusan demikian karena melihat dari berbagai persfektif sehingga tidak lagi setuju untuk memperpanjang izin operasi PT. Vale," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News