Dari Jatanras ke Gelar Doktor: Kisah Iptu Nasrullah, Polisi Siber yang Tak Pernah Berhenti Belajar
Siapa sangka, perjalanan akademik dan karier Nasrullah dimulai dari bangku pesantren.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Di balik seragam dinasnya yang tegas dan penuh tanggung jawab, Kasubnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar, Iptu Nasrullah, menyimpan semangat belajar yang luar biasa.
Tak hanya memburu penjahat, perwira kelahiran Jeneponto, 21 Juni 1987 ini, juga berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar.
Tepat pada Senin (7/7/2025), Nasrullah dinyatakan lulus dalam sidang promosi doktor yang berlangsung khidmat di Fakultas Hukum Unhas. Ia mempertahankan disertasi bertajuk, "Urgensitas Digital Forensik pada Tahap Penyidikan Tindak Pidana Elektronik".
Baca Juga : SNPMB 2026, Unhas Kurangi Kuota S1 dan Perkuat Kualitas Akademik
Di hadapan tim penguji yang diketuai Prof. Dr. Hamzah Halim. Disertasinya dinilai relevan dengan tantangan hukum modern, di mana kejahatan siber makin kompleks.
“Ilmu ini saya dedikasikan untuk institusi dan masyarakat. Kejahatan siber adalah tantangan nyata, dan penyidik harus terus belajar,” ujar Nasrullah usai dinyatakan lulus.
Siapa sangka, perjalanan akademik dan karier Nasrullah dimulai dari bangku pesantren. Ia menamatkan pendidikan menengahnya di SMA Pesantren Tarbiyah Takalar pada 2005, sebelum kemudian masuk kepolisian dan resmi menyandang pangkat Bripda di tahun 2006.
Baca Juga : Sempat Kabur ke Semak-semak, Pelaku Perampokan Akhirnya Ditangkap Polisi
Kariernya pun melesat. Dari Ditsamapta hingga Satreskrim, ia membuktikan bahwa dedikasi dan kerja keras membuka banyak pintu.
Pada 2020, ia menyelesaikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) dan sejak 2021 menjabat Kasubnit di Unit Jatanras satuan yang dikenal gesit memburu pelaku kejahatan jalanan.
Tak hanya berkiprah di dalam negeri, Nasrullah pernah mewakili Indonesia dalam misi perdamaian dunia.
Baca Juga : Pura-pura Belanja, Dua Emak-emak Gasak Dua Lusin Pakaian di Butik Makassar
Ia tergabung dalam Formed Police Unit (FPU) PBB di UNAMID, Sudan. Atas kiprahnya, ia dianugerahi Satyalancana Bhakti Buana oleh pemerintah RI tahun 2013.
Kini, di tengah tugasnya yang padat memburu pelaku kriminal, ia tetap menjalankan peran sebagai suami dan ayah dari empat anak.
Di sisi lain, ia juga menunjukkan bahwa polisi pun bisa jadi ilmuwan jika terus mau belajar dan berkontribusi secara intelektual.
Baca Juga : MWA Unhas Tetapkan Prof Jamaluddin Jompa sebagai Rektor untuk Periode Kedua
Raihan gelar doktor ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga simbol dari wajah baru Polri yang adaptif dan berorientasi pada ilmu pengetahuan.
Sosok Nasrullah menginspirasi bahwa aparat penegak hukum juga bisa menjadi pemikir, inovator, dan akademisi.
Iptu Nasrullah telah membuktikan bahwa menjadi polisi tak hanya soal keberanian di lapangan, tetapi juga kecerdasan dalam membaca zaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News