Kolaborasi Mahasiswa dan UMKM Kembangkan Produk Lilin dari Limbah Madu di Soppeng

ist

Ia menegaskan bahwa pemerintah desa mendukung penuh pengembangan produk lilin aromaterapi ini, termasuk mematenkan proses pengolahannya.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dari Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah Universitas Hasanuddin (UKM KPI Unhas) melaksanakan sosialisasi dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi (Beeswax) dari limbah madu di Desa Mattabulu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Rabu (23/07/25).

Kegiatan yang dilaksanakan bersama Tim Mappadeceng yang juga dari UKM KPI Unhas melalui program Mahasiswa Unhas Berkarya (MAHAKARYA) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang potensi ekonomi limbah madu menjadi produk seperti lilin aromaterapi (Beeswax).

Sosialisasi dan pelatihan oleh tim dari UKM KPI Unhas tersebut mendapatkan perhatian oleh aparat desa dan masyarakat setempat. Hal ini terlihat dalam sambutan hangat dari aparat desa, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Baca Juga : SNPMB 2026, Unhas Kurangi Kuota S1 dan Perkuat Kualitas Akademik

Sekretaris Desa Mattabulu, Abdul Kadir, menyatakan apresiasinya terhadap pelatihan ini, khususnya karena bahan utama berupa limbah madu sangat melimpah di desa tersebut, terutama saat musim kemarau.

“Selama ini limbah madu sering dibuang karena masyarakat belum tahu cara mengolahnya. Pelatihan ini menjadi hal baru yang sangat menarik perhatian warga,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah desa mendukung penuh pengembangan produk lilin aromaterapi ini, termasuk mematenkan proses pengolahannya.

Baca Juga : MWA Unhas Tetapkan Prof Jamaluddin Jompa sebagai Rektor untuk Periode Kedua

“Kami juga siap mendukung pelaku UMKM melalui Bumdes dan koperasi serta membantu strategi pemasaran yang efektif,” tambahnya.

Pelaku UMKM lokal, Erna juga menyambut positif pelatihan tersebut. Namun ia mengakui adanya tantangan dalam memperoleh bahan baku dari lilin aromaterapi ini.

“Perlu ada kolaborasi antara pelaku UMKM dan petani lebah agar produksi bisa berkelanjutan. Lilin ini juga bisa bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari, misalnya saat mati lampu,” ungkap warga Dusun Cirowali, Desa Mattabulu itu

Baca Juga : Pemilihan Rektor Unhas Periode 2026–2030 Resmi Digelar 14 Januari

Ketua BUMDes Mattabulu, Aride menyatakan kesiapan lembaganya untuk memfasilitasi kerja sama antara petani lebah dan pelaku UMKM.

“Saya sebagai Ketua BUMDes melihat adanya potensi dari pemanfaatan limbah madu ini. Kami siap menjembatani kolaborasi ini dan bahkan membantu dalam pemasarannya,” ujarnya.

Aride berharap program ini terus berlanjut dan memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi warga desa. Ia juga mendorong keterlibatan berkelanjutan mahasiswa dalam menggali potensi lain di Desa Mattabulu.

Baca Juga : Rakor Digelar Januari 2026, Ramli Rahim Pimpin Panitia Mubes IKA Unhas

“Saya sangat mendukung pengembangan ekonomi kreatif di desa ini,” pungkasnya.

Dengan sinergi antara pemerintah desa, UMKM, masyarakat, dan tim dari UKM KPI Unhas, pengolahan limbah beeswax diharapkan mampu menjadi sumber penghasilan baru dan membuka jalan menuju kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru