Empat Kabupaten Susun Strategi Komunikasi untuk Percepat Penurunan Stunting di Sulsel
Penyusunan strategi KPP merupakan langkah penting untuk memastikan perencanaan daerah memiliki instrumen yang praktis dan berdampak dalam mempercepat penurunan angka stunting.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – UNICEF, Yayasan Jenewa Madani Indonesia, dan Tanoto Foundation bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menggelar Lokakarya Penyusunan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) dalam rangka percepatan pencegahan dan penurunan stunting.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 28–29 Juli 2025, di Hotel Horison Ultima Makassar. Lokakarya ini melibatkan Tim Ahli, Konsultan KPP, serta perwakilan dari perangkat daerah tingkat provinsi dan empat kabupaten, yaitu Sinjai, Soppeng, Sidrap, dan Pinrang.
Turut hadir pula unsur Bappelitbangda, Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, BKKBN, DP3AP2KB, Kementerian Agama, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulsel.
Baca Juga : Pemprov Sulsel Optimistis Tuntaskan Sengketa Aset Lahan Daerah pada 2026
Lokakarya dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas Kepala Bappelitbangda Sulsel, Muh. Saleh yang menyampaikan komitmen penuh Pemerintah Provinsi terhadap agenda ini.
Penyusunan strategi KPP merupakan langkah penting untuk memastikan perencanaan daerah memiliki instrumen yang praktis dan berdampak dalam mempercepat penurunan angka stunting.
“Pemerintah Provinsi mendukung penuh inisiatif penyusunan strategi KPP sebagai instrumen perencanaan yang konkret dan aplikatif dalam menurunkan angka stunting,” ujar Saleh.
Baca Juga : Ratusan UMKM di Sulsel Dapat Bantuan Akhir Tahun dari Pemprov
Agenda ini merupakan kelanjutan dari pendampingan strategis oleh UNICEF sejak 2022. Sebelumnya, strategi KPP telah disusun di tingkat provinsi dan diadopsi ke dalam dokumen serupa di 20 kabupaten/kota.
Dengan lokakarya ini, seluruh wilayah di Sulsel ditargetkan memiliki dokumen strategi komunikasi perubahan perilaku untuk memperkuat intervensi stunting.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka stunting di Sulsel turun menjadi 23,3 persen, dari sebelumnya 27,4 persen pada 2023. Penurunan ini menunjukkan tren positif, namun masih menuntut intervensi berkelanjutan. Penurunan stunting menjadi prioritas di pemerintahan Gubernur - Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman - Fatmawati Rusdi.
Baca Juga : Pemkab Pinrang Terima Bantuan Pemprov Sulsel untuk Korban Angin Kencang di Larinsang
Direktur Jenewa Madani Indonesia, Surahmansah Said, M.P.H., dalam sambutannya menekankan pentingnya pendekatan perubahan perilaku dalam pencegahan stunting.
“Kita tidak hanya bicara tentang gizi dan kesehatan, tetapi bagaimana pesan-pesan perubahan perilaku bisa sampai ke hati masyarakat dan diadopsi dalam keseharian mereka,” ucap Surahmansah.
Nutrition Officer UNICEF, Nike Frans, M.P.H., juga menyampaikan apresiasi atas komitmen lintas sektor. Ia menyoroti pentingnya strategi komunikasi yang menyentuh aspek sosial, agama, kesehatan, hingga pendidikan sebagai pendekatan holistik.
Baca Juga : Angka Stunting Makassar 2025 Berhasil Ditekan ke 22,9 Persen, Turun dari 25,6 Persen
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendalami empat pendekatan utama dalam strategi KPP, yakni: advokasi, mobilisasi sosial, kampanye publik, dan komunikasi antarpribadi.
Selanjutnya, masing-masing tim kabupaten menyusun rencana aksi serta metode pemantauan pelaksanaan di daerahnya.
Upaya ini sejalan dengan target nasional Indonesia Emas 2045 yang menjadikan percepatan penurunan stunting sebagai agenda prioritas pembangunan sumber daya manusia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News