Unhas Gratiskan Jas Almamater untuk 10.300 Mahasiswa Baru

ist

Kebijakan ini menjadi bentuk nyata perhatian Unhas terhadap kemudahan akses pendidikan, sekaligus memperkuat identitas kelembagaan bagi para mahasiswa baru.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) memberikan fasilitas jas almamater secara gratis kepada 10.300 mahasiswa baru angkatan 2025/2026. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh mahasiswa program sarjana dan vokasi dari berbagai jalur penerimaan, termasuk SNBP, SNBT, dan Mandiri.

Kebijakan ini menjadi bentuk nyata perhatian Unhas terhadap kemudahan akses pendidikan, sekaligus memperkuat identitas kelembagaan bagi para mahasiswa baru.

Jas almamater tidak hanya menjadi simbol status sebagai bagian dari sivitas akademika Unhas, tetapi juga menjadi elemen penting dalam membangun rasa kebanggaan dan kebersamaan sejak hari pertama kuliah.

Baca Juga : SNPMB 2026, Unhas Kurangi Kuota S1 dan Perkuat Kualitas Akademik

Proses distribusi jas dilakukan bertahap mulai 28 Juli hingga 7 Agustus 2025 di GOR JK Arenatorium Unhas. Mahasiswa diwajibkan membawa bukti registrasi ulang dan/atau bukti pembayaran UKT saat pengambilan, sesuai jadwal yang ditetapkan berdasarkan jalur masuk dan fakultas. Pengambilan tidak dapat diwakilkan dan jas tidak bisa ditukar setelah diterima.

Sebelumnya, mahasiswa baru diminta mengisi formulir ukuran jas secara daring. Pengisian ini penting karena jas diproduksi sesuai data tersebut dan tidak tersedia untuk penukaran.

Kepala Subdirektorat Kelembagaan Mahasiswa, Muhammad Irdam Ferdiansah, menyebut program ini merupakan bagian dari peningkatan kualitas layanan mahasiswa. Gagasan tersebut lahir dari hasil diskusi internal dan telah masuk dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT).

Baca Juga : MWA Unhas Tetapkan Prof Jamaluddin Jompa sebagai Rektor untuk Periode Kedua

“Kami ingin memberi pengalaman yang baik sejak awal kepada mahasiswa baru. Salah satunya lewat penyediaan fasilitas dasar seperti jas almamater. Ini manfaat yang langsung dirasakan,” ujar Irdam.

Meski sempat menghadapi tantangan dalam hal alokasi anggaran, pihak universitas akhirnya memastikan dana tersedia dan program siap dijalankan.

Irdam menyampaikan bahwa pelaksanaan program ini juga menjadi bahan evaluasi bagi pihak kampus. Terutama dalam hal distribusi, penyampaian jadwal kepada mahasiswa, serta antisipasi terhadap stok dan karakteristik peserta yang sangat beragam.

Baca Juga : Pemilihan Rektor Unhas Periode 2026–2030 Resmi Digelar 14 Januari

“Tahun depan kita ingin sistem distribusinya lebih optimal. Tantangan seperti ketersediaan stok di menit-menit terakhir harus bisa kita cegah dengan koordinasi lebih matang,” katanya.

Kebijakan ini disambut positif oleh mahasiswa baru. Salah satunya, Hanum Salsabila, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, menyebut kebijakan ini sangat membantu secara ekonomi.

“Dulu katanya harus beli jas sendiri, sekarang kami tinggal ambil. Ini sangat meringankan beban orang tua,” ujarnya.

Baca Juga : Rakor Digelar Januari 2026, Ramli Rahim Pimpin Panitia Mubes IKA Unhas

Senada, Andi Sahlam dari Ilmu Komunikasi FISIP juga mengapresiasi langkah kampus. “Ini bukan soal jas saja, tapi soal perhatian kampus terhadap kami. Harapannya, tahun depan distribusinya lebih tertib,” katanya.

Selain aspek pelayanan dan bantuan finansial, Unhas juga menekankan pentingnya keseragaman model jas almamater. Dengan desain standar, kampus berharap identitas institusi dapat tercermin lebih kuat dalam berbagai kegiatan mahasiswa, baik akademik maupun non-akademik.

Dengan total 10.300 jas yang dibagikan gratis, Unhas menegaskan komitmennya sebagai kampus yang peduli, adaptif, dan berpihak pada mahasiswa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru