Titik Soeharto dan Munafri Tinjau Gudang dan Pengolahan Beras di Makassar
Selain memeriksa stok dan proses pengolahan, rombongan juga mendapatkan informasi bahwa sebagian beras yang dikelola Bulog Makassar masih berasal dari impor, termasuk stok impor tahun 2024.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir langsung mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, bersama rombongan saat melakukan kunjungan kerja di Kompleks Pergudangan Panaikang, Perum Bulog Makassar, Senin (11/8/2025).
Rombongan Komisi IV DPR RI yang berjumlah 10 anggota, dipimpin langsung oleh Siti Hediati Soeharto, meninjau langsung gudang penyimpanan dan unit pengolahan beras Bulog.
Agenda ini bertujuan memastikan ketersediaan stok beras nasional, memeriksa proses pengemasan, dan mengevaluasi kualitas beras yang disimpan dalam jangka panjang.
Baca Juga : Respons Cepat Aduan Netizen, Satgas Kecamatan Ujung Pandang Bersihkan Tumpukan Sampah di Pantai Losari
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, menyampaikan bahwa stok beras di Bulog Makassar dalam kondisi penuh, bahkan sampai memerlukan sewa gudang tambahan untuk penampungan.
"Kita masuk ke gudang-gudang Bulog, melihat langsung proses pengolahan beras untuk packaging. Kualitas beras yang sudah lama disimpan diperbaiki melalui proses pembersihan, sehingga tetap layak untuk dikonsumsi," jelasnya.
Menurut Abdul Kharis, unit pengolahan beras di Makassar memiliki kualitas kerja yang baik, meski kapasitasnya masih terbatas. Kapasitas pengemasan saat ini hanya sekitar 30 ton per hari.
Baca Juga : Upacara Harlah Pancasila di Karebosi, Wali Kota Makassar Tekankan Inklusi dan Harmoni Sosial
"Jika ada program penyaluran beras SPHP dalam jumlah besar, prosesnya bisa memakan waktu lebih lama," tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa proses pengolahan beras di unit tersebut meliputi pembersihan debu dan pemisahan butir beras yang patah atau rusak akibat penyimpanan jangka panjang.
"Beras yang kualitasnya kurang baik dikeluarkan terlebih dahulu, lalu dilakukan penyegaran. Setelah diproses, tingkat kerusakan bisa ditekan hingga hanya 15 persen," ungkapnya.
Baca Juga : Lewat Makassar Move, Wali Kota Munafri Ajak Warga Olahraga Sambil Awasi Fasilitas Publik
Selain memeriksa stok dan proses pengolahan, rombongan juga mendapatkan informasi bahwa sebagian beras yang dikelola Bulog Makassar masih berasal dari impor, termasuk stok impor tahun 2024.
"Menariknya, kualitasnya lebih baik dibandingkan stok impor tahun 2020," ungkapnya.
Sedangkan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengapresiasi perhatian Komisi IV DPR RI terhadap ketahanan pangan daerah, khususnya di Kota Makassar.
Baca Juga : Lewat Forum Indonesia on the Move, Munafri Siapkan Sistem Transportasi Terpadu dan Rendah Emisi
"Kami menyambut baik upaya ini, karena ketersediaan pangan adalah hal yang sangat vital," ujarnya.
"Pemerintah Kota akan terus bersinergi dengan Bulog dan pemerintah pusat untuk memastikan kebutuhan beras warga selalu terpenuhi," tambah Munafri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News