Gelar Pelatihan Jurnalistik, PKBI Sulsel Ajak Masyarakat Rajin Menulis

ist

Kegiatan ini bertujuan membekali komunitas ragam gender dengan keterampilan menulis dan mendokumentasikan cerita-cerita inspiratif yang dapat menjadi bahan pembelajaran, advokasi, dan penguatan suara komunitas.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulawesi Selatan melalui Program INKLUSI Sosial bagi Komunitas Ragam Gender, menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Pembelajaran Terbaik dan Citizen Journalism di Hotel Remcy Panakkukang, Makassar.

Kegiatan ini bertujuan membekali komunitas ragam gender dengan keterampilan menulis dan mendokumentasikan cerita-cerita inspiratif yang dapat menjadi bahan pembelajaran, advokasi, dan penguatan suara komunitas.

"Selama ini stigma negatif tentang teman-teman komunitas ragam gender sering sekali terdengar. Padahal, ada banyak kisah sukses dan praktik baik yang patut dibanggakan. Lewat tulisan-tulisan yang lahir dari pelatihan ini, kita bisa membuktikan kepada masyarakat bahwa tidak semua komunitas ragam gender itu negatif. Justru banyak di antara mereka yang memberi kontribusi positif" ujar Agus Safri selaku Koordinator Program INKLUSI PKBI Sulawesi Selatan dalam sambutannya.

Baca Juga : Sipir LPKA Kelas II Maros Jadi Orang Tua Asuh untuk 17 Anak Binaan

Pelatihan ini lahir dari keprihatinan bahwa banyak kisah perjuangan, inovasi, dan praktik baik dari komunitas Ragam Gender belum terdokumentasikan dengan baik, sehingga luput dari perhatian publik dan pengambil kebijakan. Melalui pelatihan ini, peserta diajak menulis dan mempublikasikan kisah perubahan yang mereka alami selama didampingi oleh PKBI Sulawesi Selatan.

"Secara tidak sadar, sebenarnya kita semua sudah sering menulis,” ujar Suwarny Dammar selaku narasumber. Ia menjelaskan bahwa menulis bukan hanya keterampilan teknis, tapi juga sarana untuk menyampaikan pengalaman dan memengaruhi pandangan orang lain. "Kita sering menulis status di media sosial, pesan singkat, atau catatan harian. Itu artinya, modal menulis sebenarnya sudah ada. Yang kita perlukan adalah mengasahnya, belajar menyusun ide, dan memastikan cerita yang kita tulis punya alur yang jelas dan makna yang kuat. Dengan teknik sederhana seperti 5W+1H—apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana—kita bisa membuat cerita yang padat informasi namun tetap enak dibaca,” tambahnya.

Sementara itu, Mustakim Daeng Sikota, jurnalis Celebes Post, membawakan materi tentang Citizen Jurnalism dan strategi publikasi tulisan. Menurutnya, kisah-kisah nyata dari komunitas akan jauh lebih kuat pengaruhnya jika disampaikan langsung oleh orang yang mengalaminya. Ia memandu peserta memilih saluran publikasi yang tepat, mulai dari media sosial, blog, hingga media massa, dengan mempertimbangkan keamanan penulis dan narasumber. Mustakim juga memberikan tips praktis agar tulisan yang sudah dibuat dapat menarik perhatian pembaca dan menjangkau audiens yang lebih luas.

Baca Juga : Dorong Perlindungan Disabilitas, Maros Kini Punya 12 Desa Inklusi

Pelatihan ini diikuti oleh 16 peserta yang berasal dari komunitas ragam gender, jurnalis media, dan staf PKBI Sulsel. Pada kegiatan ini, peserta menghasilkan satu tulisan berdasarkan pengalaman atau kisah yang mereka saksikan di komunitas, yang nantinya akan dipublikasikan.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan cerita-cerita baik dari komunitas Ragam Gender dapat terdengar lebih luas, memengaruhi opini publik, serta mendorong kebijakan yang lebih inklusif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru