Korban Berharap Promosi Medsos SLV Modern Travelindo Dapat Dihentikan
Korban SLV Travel semakin banyak yang bersuara. Seorang korban bernama Rifka menyebutkan saat ini medsos SLV masih aktif dan masih menjaring korban sehingga harus ada yang menghentikan.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Salah-satu korban dari SLV Modern Travelindo bernama Rifka menyoroti media sosial (medsos) dari SLV Modern Travelindo dan medsos Owner SLV yang masih aktif dalam promosi dan menjaring korban.
"Kurang ajar itu," umpatnya singkat, Jumat (16/9/2022)z
Ia menyebutkan masih sempat melihat akun Instagram owner SLV Modern Travelindo yang masih menghadirkan berbagai promo open trip dan foto jalan-jalan ke luar negeri
Baca Juga : Muncul Grup Facebook "Gay Makassar" Diduga Bahas Konten Sesama Jenis, Polisi Selidiki
Ia berharap agar promosi medsos dari SLV Travel dapat dihentikan.
"Kasian pak kalau banyak korban lagi, itu aja, maunya kita jangan ada korban lagi," bebernya.
Selain itu, ia juga sangat berharap agar uang para korban dapat segera dikembalikan.
Baca Juga : Selamatkan Anak-anak, Pemerintah Bakal Buat Aturan Pembatasan Usia Main Medsos
"Dan tolong selesaikan kita punya uang yang sudah dirugikan," lanjutnya.
Ia sangat menyayangkan sikap dari owner perusahaan travel ini yang malah liburan ke luar negeri, padahal ada banyak konsumennya yang sampai saat ini belum dilunasi proses refundnya.
"Tidak bisa seperti itu, tanggung jawabmu di mana (Selvi), kita di sini yang punya uang kasian, sedangkan kamu (Selvi) sendiri pakai kita punya uang," tegasnya.
Baca Juga : Sindikat Jual Beli Bayi Lintas Provinsi Hasut Bumil Lewat Facebook
Terakhir, Rifka yang juga mewakili para korban lainnya, meminta kepada pihak kepolisian khusunya Polda Sulsel agar segera menindaklanjuti hal ini, apalagi sudah ada banyak sekali korban dan pelapor.
"Harus ada penangkapan juga dong, masa enak mau lepas begitu saja, jadi kita minta tolong juga ke pihak Polda (Sulsel) atau polisi, minta tolonglah ditanggapi, karena kita ini ada berapa banyak mi orang," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News