BPOM RI akan Bangun Poltek POM Senilai Rp1,7 Triliun di Pucak Maros
Pembangunan Poltek POM sangat mendesak karena Indonesia belum memiliki lembaga pendidikan khusus untuk mencetak tenaga ahli di bidang pengawasan obat dan makanan.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Pemerintah pusat melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI akan membangun Politeknik Pengawasan Obat dan Makanan (Poltek POM) pertama di Indonesia. Kampus tersebut berlokasi di kawasan Pucak, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dengan alokasi anggaran Rp1,7 triliun melalui skema multiyears.
Kepala BPOM RI, Prof Taruna Ikrar, menyebut pembangunan Poltek POM sangat mendesak karena Indonesia belum memiliki lembaga pendidikan khusus untuk mencetak tenaga ahli di bidang pengawasan obat dan makanan.
“Selama ini BPOM merekrut pegawai dari berbagai latar belakang, mulai dari dokter hingga sarjana pertanian, yang kemudian harus dilatih ulang agar sesuai kebutuhan,” kata Prof Taruna dalam acara pemberian penghargaan kepada Pemprov Sulsel di Baruga Asta Cita, Rujab Gubernur Sulsel, Kamis (28/8/2025).
Baca Juga : Pemprov Sulsel dan BPOM RI Teken MoU Pendirian Politeknik BPOM Pertama di Indonesia Timur
Ia menjelaskan, kehadiran Poltek POM akan memperkuat kapasitas SDM dengan kemampuan teknis mendeteksi potensi bahaya pada obat dan makanan. Pembangunan kampus ini juga menjadi bagian dari target BPOM untuk meningkatkan level maturitas kelembagaan dari level tiga ke level empat, setara dengan badan pengawas obat dan makanan di Amerika maupun Eropa.
Dana pembangunan Rp1,7 triliun itu difokuskan untuk mendirikan kampus, sarana pendidikan, serta laboratorium. Proyek ini juga mendapat dukungan Asian Development Bank (ADB) dan Kementerian Keuangan.
Sementara Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyambut baik rencana tersebut. Pemprov Sulsel sudah menyiapkan lahan seluas 10 hektare di Pucak sebagai lokasi kampus. Ia juga meminta adanya afirmasi minimal 10 persen kuota mahasiswa baru bagi putra-putri daerah Sulsel.
Baca Juga : Kepala BPOM RI Tanam Pohon Menandai Groundbreaking PT Lapi Laboratories
“Sudah ditandatangani penyerahan lahan dan MoU. Kita juga minta afirmasi prestasi dari rekomendasi gubernur, dan alhamdulillah sudah disetujui,” ungkap Andi Sudirman.
Selain politeknik di Maros, ia juga mengusulkan agar BPOM mendirikan kantor perwakilan di Palopo dan Bone untuk memperkuat pengawasan obat dan makanan di Luwu Raya serta Bosowasi.
Pembangunan Poltek POM ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang, tidak hanya memperkuat kapasitas BPOM, tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan perekonomian di Sulawesi Selatan serta kawasan timur Indonesia. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News