Keluarga Dandi, Driver Ojol di Makassar Tewas Dikeroyok Massa, Siap Tempuh Jalur Hukum

ist

Namun kini, mereka sudah berencana menempuh jalur hukum demi mencari keadilan.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Suasana duka masih menyelimuti keluarga besar Rusdamdiansyah atau Dandi, pengemudi ojek online (ojol) yang tewas usai dituduh intel dan dikeroyok massa saat unjuk rasa ricuh di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Meski masih berduka, pihak keluarga bertekad mencari keadilan lewat jalur hukum.

Adik ipar Dandi, Reza (25), mengungkapkan bahwa keluarga berharap tragedi memilukan ini diusut tuntas.

Baca Juga : Desy Ratnasari Minta Peluang Setara bagi Prajurit Perempuan di Satuan Penerbangan

Baginya, kematian Dandi bukan hanya luka bagi keluarga, tetapi juga peringatan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Harapan keluarga kami, minta saja kasusnya untuk diusut tuntas. Dan semoga tidak ada Dandi yang kedua dan ketiga pun ke depannya,” ucap Reza dengan nada lirih.

Ia mengakui, keluarga belum sempat membuat laporan resmi ke kepolisian karena masih fokus pada kondisi Dandi saat dirawat di rumah sakit.

Baca Juga : Polri Perluas Direktorat PPA-PPO untuk Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Namun kini, mereka sudah berencana menempuh jalur hukum demi mencari keadilan.

“Kemarin memang belum sempat melapor karena pikiran keluarga kan masih kacau. Kami fokus keselamatan Dandi. Kami ada rencana melapor, kami pihak keluarga minta keadilan,” lanjut Reza.

Dukungan juga datang dari Grab Indonesia, tempat Dandi bermitra sebagai pengemudi.

Baca Juga : Minim Sosialisasi, DPR Minta KUHP dan KUHAP Baru Lebih Dikenalkan ke Publik

Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza R. Munusamy, menegaskan perusahaan siap memberikan pendampingan hukum jika keluarga menginginkan.

“Kami saat ini sudah ada layanan Gercep (Grab Respon Cepat) yang menyediakan bantuan pendampingan hukum. Untuk Pak Dandi ini kami akan komunikasikan dahulu dan menghormati keputusan keluarga,” jelas Tirza.

Ia juga berpesan kepada para mitra pengemudi Grab agar tetap menjaga ketenangan dan tidak ikut dalam aksi yang berpotensi menimbulkan kericuhan.

Baca Juga : Sempat Kabur ke Semak-semak, Pelaku Perampokan Akhirnya Ditangkap Polisi

“Kami mengimbau mitra pengemudi untuk tetap tenang supaya bisa kondusif dan pulang ke keluarga masing-masing dengan selamat,” katanya.

Dandi sendiri menjadi korban salah sasaran saat unjuk rasa di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar pada Jumat (29/8/2025).

Ia sempat mendapatkan perawatan medis, namun luka serius di bagian kepala akibat hantaman benda tumpul membuat nyawanya tak tertolong. Dandi menghembuskan napas terakhir pada Sabtu (30/8/2025).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru