Sekolah Rakyat Didorong Mencontoh Tradisi Pendidikan Pesantren

ist

HNW menekankan perlunya kolaborasi dengan pesantren dan para ulama dalam menyukseskan program sekolah rakyat.

PORTALMEDIA.ID – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), menilai keberadaan pesantren dapat menjadi rujukan penting bagi pengembangan sekolah rakyat di Indonesia.

Menurutnya, kedekatan karakter keduanya sebagai lembaga berasrama menjadikan pesantren sebagai model yang tepat, baik dalam pengelolaan asrama maupun dalam membangun iklim pendidikan yang religius dan bersahabat.

“Sekolah rakyat itu berbasis asrama. Indonesia sudah punya tradisi kuat dalam hal itu, yaitu pesantren. Apalagi di Lebak, kabupaten ini tercatat memiliki pesantren terbanyak di Banten,” ujar HNW, Jumat (12/9/2025).

Baca Juga : RUU BUMD Dinilai Mendesak, DPR Soroti Lemahnya Tata Kelola dan Profesionalisme di Daerah

Data Kementerian Agama menunjukkan, terdapat 2.161 pesantren di Kabupaten Lebak. Angka ini menempatkan daerah tersebut sebagai pusat pesantren terbesar di Provinsi Banten.

HNW mengungkapkan, salah satu tantangan sekolah rakyat adalah rekrutmen siswa baru, terutama di tingkat sekolah dasar. Berdasarkan laporan Bupati Lebak, jumlah murid di sekolah rakyat saat ini masih minim: hanya 12 siswa di tingkat SD, 81 siswa di SMP, dan penuh 100 siswa di SMA.

Kendala utama muncul karena anak-anak enggan berpisah dari orang tua, sementara sebagian orang tua juga ragu melepas anak mereka ke sekolah berasrama.

Baca Juga : Rapat dengan DPR, Kapolri Tegaskan Penolakan Polri di Bawah Kementerian

Untuk itu, HNW menekankan perlunya kolaborasi dengan pesantren dan para ulama dalam menyukseskan program sekolah rakyat. Peran kiai, menurutnya, sangat strategis dalam meyakinkan orang tua.

“Kalau para ulama dilibatkan, mereka bisa membantu meyakinkan orang tua agar ridho melepas anaknya belajar di sekolah rakyat. Suara kiai sangat didengar masyarakat, karena mereka punya pengalaman panjang dalam mengelola pendidikan berasrama,” jelasnya.

HNW menegaskan, sekolah rakyat bisa belajar dari pesantren tentang manajemen asrama, membangun suasana religius, serta menciptakan lingkungan yang damai dan penuh persahabatan. “Semua itu penting agar anak-anak kita tumbuh sebagai manusia Pancasila,” tambahnya.

Baca Juga : Peran OMSP Disebut Kunci Ciptakan Stabilitas dan Ketahanan Nasional

Menurutnya, kendala rekrutmen siswa bukanlah jalan buntu. Justru dengan potensi besar yang dimiliki pesantren dan dukungan ulama, sekolah rakyat dapat berkembang lebih cepat.

“Di Lebak ini ada tantangan, tapi juga ada potensi besar. Pesantren dan para ulama bisa menjadi jalan keluar. Semuanya ingin program ini sukses,” tutup legislator Dapil DKI Jakarta II itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru