One Day One District di Bontonompo, Bupati Gowa Tekankan Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Desa
Bupati juga menekankan bahwa ketahanan pangan bukan semata soal ketersediaan beras dan bahan pokok, tetapi juga bagaimana desa bisa menggerakkan ekonomi secara berkelanjutan.
PORTALMEDIA.ID, GOWA – Program One Day One District yang digagas Pemerintah Kabupaten Gowa kembali berlanjut. Kali ini, Kecamatan Bontonompo menjadi tuan rumah dengan rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Desa Bontobiraeng Selatan, Sabtu (20/9/2025).
Agenda tersebut turut dirangkaikan dengan pembukaan **Car Free Day** yang disambut antusias oleh warga.
Dalam kesempatan itu, Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan pentingnya menjadikan desa sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus pusat penguatan ekonomi lokal.
Baca Juga : Komitmen Jamin Kesehatan Masyarakat, Gowa Raih UHC Award Kategori Pratama 2026
“Desa adalah benteng pertama ketahanan pangan di Kabupaten Gowa. Jika desa mampu mengelola sawah, kebun, hingga produk olahan, maka kita akan tetap aman dari krisis pangan,” ujarnya.
Bupati juga menekankan bahwa ketahanan pangan bukan semata soal ketersediaan beras dan bahan pokok, tetapi juga bagaimana desa bisa menggerakkan ekonomi secara berkelanjutan.
Car Free Day yang digelar bersamaan dengan program tersebut turut melibatkan masyarakat, pelaku UMKM, serta komunitas pemuda. Menurut Bupati, ruang publik semacam ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat olahraga, tetapi juga etalase produk lokal dan ajang membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya pangan desa.
Baca Juga : Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan, RSUD Syekh Yusuf - BSI Lakukan Penandatanganan MoU
Selain itu, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyalurkan bantuan sosial Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada warga penerima manfaat. Tercatat ada 479 keluarga yang mendapatkan bantuan, masing-masing terdiri atas 273 KPM dari Kecamatan Bontonompo dan 206 KPM dari Kecamatan Bontonompo Selatan.
“Kartu Keluarga Sejahtera ini bukan hanya bantuan, tetapi instrumen penting menjaga daya beli masyarakat desa agar tetap produktif dalam mengelola pertanian dan usaha kecil,” jelas Talenrang.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Gowa, Muhammad Basir, menambahkan bahwa semangat kolaborasi yang terbangun melalui program One Day One District diharapkan mampu memperkuat kemandirian masyarakat desa.
Baca Juga : Pelantikan Panitia PTSL 2026, Bupati Gowa Tekankan Integritas dan Profesionalisme
“Dukungan terhadap UMKM, optimalisasi BUMDes, hingga keterlibatan generasi muda akan menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi desa,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bontobiraeng Selatan, Hatta, menyambut positif inisiatif Bupati Gowa yang turun langsung mendengar aspirasi warganya.
“Kami sangat berterima kasih karena Bupati hadir langsung, bahkan membuka ruang dialog. Ini membuat masyarakat merasa lebih dekat dengan pemerintah kabupaten,” tuturnya.
Baca Juga : Pemkab Gowa Perkuat Swasembada Pangan, Salurkan Bantuan Alsintan Kementan RI untuk Petani Bontomarannu
Dengan kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Gowa menegaskan komitmennya menjadikan setiap kecamatan sebagai pusat inovasi pangan dan pemberdayaan desa, sekaligus menguatkan fondasi pembangunan daerah berbasis pertanian dan UMKM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News