DPR RI Akan Awasi Langsung Dapur Program Makan Bergizi Gratis

ist

Ia berharap evaluasi dilakukan secara menyeluruh agar kasus serupa tidak terulang kembali.

PORTALMEDIA.ID - Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) tanpa saling menyalahkan antar pihak. Pernyataan ini ia sampaikan menyusul kasus keracunan yang diduga berasal dari program tersebut.

“Masalahnya itu seperti apa, apakah di dapurnya, apakah di sekolahnya, untuk bisa melihat dari hulunya,” kata Puan usai memimpin rapat paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (23/9/2025).

Puan menegaskan, DPR RI juga akan melakukan pengawasan langsung terhadap dapur-dapur penyedia MBG yang dilaporkan bermasalah. Dengan begitu, DPR dapat mengetahui secara lebih jelas penyebab keracunan yang menimpa sejumlah pelajar.

Baca Juga : Tak Penuhi Standar Sanitasi, 1.256 Dapur Makan Bergizi Gratis di Indonesia Timur Resmi Disetop

Ia berharap evaluasi dilakukan secara menyeluruh agar kasus serupa tidak terulang kembali.

“Evaluasi harus dilakukan secara total sehingga kita bisa memastikan anak-anak tetap mendapatkan makanan sehat dan aman,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya telah membentuk tim investigasi untuk mempercepat penanganan kasus keracunan MBG. Tim tersebut terdiri dari ahli kimia, farmasi, hingga kesehatan.

Baca Juga : Program Makan Bergizi Gratis Ikuti Jadwal Sekolah, BGN Fokus Efisiensi Anggaran

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menjelaskan pembentukan tim investigasi dilakukan sebagai langkah tambahan sambil menunggu hasil uji dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang membutuhkan waktu lebih lama.

“Tim investigasi ini menjadi second opinion. Sebelum hasil BPOM keluar, kami sudah bisa mengidentifikasi kemungkinan penyebab, apakah karena keracunan, alergi, atau faktor lain,” kata Nanik dalam konferensi pers, Senin (22/9/2025).

Dengan evaluasi menyeluruh dan koordinasi lintas lembaga, pemerintah bersama DPR berharap program MBG tetap berjalan sesuai tujuan awalnya, yakni meningkatkan asupan gizi anak-anak Indonesia tanpa mengorbankan keselamatan mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru