Dua Siswa di Mamuju Kritis Usai Santap MBG
Para siswa SMP Negeri 1 Tapalang menyantap menu makanan MBG terdiri nasi, sayur labu siam, tempe, ayam geprek dan buah semangka.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Program Makan Bergizi Gratis atau MBG kembali menelan korban. Dua siswa SMP Negeri 1 Tapalang di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, kritis usai menyantap MBG dan harus dirujuk ke RSUD Mamuju.
Kepala Seksi Humas Polresta Mamuju, Ipda Herman Basir mengatakan korban keracunan MBG di wilayah tersebut bertambah menjadi 20 orang.
"Hingga malam ini pukul 20.45 WITA, jumlah pelajar yang dirawat di rumah sakit atau di Puskesmas Tapalang sebanyak 20 orang. Jadi tadi (kemarin) sore tercatat 13 orang dan malam ini bertambah tujuh orang, terus dirujuk ke RSUD Mamuju karena dalam keadaan kritis," kata Herman dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (24/9/2025).
Baca Juga : Bupati Pinrang Minta Sekolah Ikut Awasi Program MBG
Dari puluhan siswa yang mengalami keracunan, ada 4 yang diperbolehkan pulang usai mendapat perawat medis. "Sementara 4 orang lainnya sudah dipulangkan karena dianggap sudah sembuh," ujarnya.
Terpisah, guru SMP Negeri 1 Tapalang, Sabri Wahab menerangkan para siswa mendapatkan makanan MBG pada pukul 11.30 WITA atau jam istirahat kedua.
"Dari SMP 1, sudah dua orang yang dirujuk ke rumah sakit di Kota Mamuju," kata Sabri.
Baca Juga : 3.569 Siswa Puasa MBG Imbas Penutupan SPPG Panakkukang 02
Para siswa SMP Negeri 1 Tapalang menyantap menu makanan MBG terdiri nasi, sayur labu siam, tempe, ayam geprek dan buah semangka.
"Tidak lama setelah mengonsumsi makanan ini, beberapa siswa mengalami mual serta kepala pusing," ungkapnya.
Kasus keracunan MBG marak terjadi beberapa waktu belakangan. Di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat tercatat 600 orang mengalami keracunan usai menyantap MBG. Pemda Bandung Barat menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) di wilayah tersebut.
Baca Juga : Rakor Bersama Mendagri, Munafri Pastikan Pelaksanaan MBG Penuhi Standar Gizi
Sejak dilaksanakan pada awal Januari lalu, program MBG terus mendapatkan sorotan karena temuan kasus dari mulai menu yang diduga gizinya tak sesuai, temuan hewan, busuk atau basi, hingga kasus keracunan.
Semua permasalahan itu pun mendorong pemerintah agar menyetop dan mengevaluasi MBG.
Merespons hal itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan akan menunggu arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Baca Juga : Tanya Kasus MBG ke Presiden Prabowo, Istana Cabut Kartu Liputan Wartawan CNN
"Saya ikut arahan Presiden, tidak berani mendahului," ujar Dadan kepada wartawan, Jakarta, Rabu (24/9).
Dadan belum bisa memastikan kapan pihaknya akan membahas MBG bersama Prabowo. Dia mengaku masih menunggu kabar.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News